Militer Myanmar Bantah Tuduhan PBB

Ilustrasi Pengungsi rohingya di Bangladesh/ AFP

YANGON–Militer Myanmar membantah tuduhan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menyebutkan mereka melakukan kekerasan terhadap warga Rohingya. Tindakan itu dilakukan selama operasi militer 2 tahun lalu.

Sekitar 65.000 orang Rohingya melarikan diri ke Bangladesh saat militer mencari mereka yang berada di belakang serangan terhadap pos-pos perbatasan polisi. Banyak dari mereka yang melarikan diri mengaku diperkosa, menyaksikan pembunuhan terhadap rekan dan keluarga dan pelanggaran lainnya oleh tentara.

Namun militer mengaku telah melakukan penyelidikan sendiri dan membantah semua laporan investigasi PBB. Mereka menyebut laporan PBB sebagai sesuatu yang “salah dan palsu”.

“Dari 18 tuduhan yang ada dalam laporan OHCHR [badan hak asasi manusia PBB], 12-nya ternyata tidak benar, sedangkan 6 tuduhan lainnya terbukti palsu dan menimbulkan tuduhan berdasarkan kebohongan dan pernyataan yang dibuat,” demikian media nasional Myanmar mengutip pejabat militer.

Dilansir BBC, Selasa (23/5/2017) pihak militer mengklaim telah mewawancarai 3.000 penduduk desa dan 184 perwira militer dan tentara. Hasil “penyedilikan” menyebutkan militer telah mendisiplinkan tentara mereka dalam dua kasus, yaitu karena mencuri sepeda motor dan memukul penduduk desa dengan tongkat karena gagal memadamkan api.

Advertisement