MINAHASA TENGGARA – Sebanyak tujuh kecamatan di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, terdampak banjir dan tanah longsor akibat hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut.
“Sebagaimana data yang ada, terdapat tujuh kecamatan yang terdampak banjir dan tanah longsor,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dam Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Tenggara, Dontry Wongkaren, di Manado, Rabu (26/6/2024)
Kecamatan yang terdampak meliputi Ratahan, Ratahan Timur, Pusomaen, Belang, Tombatu Utara, Ratatotok, dan Tombatu.
Di Kecamatan Ratahan terjadi runtuhan tanggul di Desa Wioi dan Kelurahan Tosuraya serta tanah longsor di jalan Lamet menuju kawasan perkantoran B.
Di Kecamatan Ratahan Timur terjadi tanah longsor di akses jalan Pangu-Wongkai dan akses Pangu-Nazaret, serta banjir di Desa Wioi Tiga.
Di Kecamatan Pusomaen terjadi beberapa titik longsor di Desa Wiau, air Sungai Makalu di Desa Tatengesan meluap, banjir di Desa Tatengesan I, air Sungai Bentenan meluap dan menggenangi rumah penduduk. Di Kecamatan Belang air Sungai Wowesen meluap dan masuk melalui drainase.
Di Kecamatan Tombatu Utara debit air Sungai Londolimbale meningkat. Di Kecamatan Ratatotok terjadi longsor di akses jalan Ratatotok-Soyoan. Sementara di Kecamatan Tombatu, air Sungai Tiwalat Tombatu meluap ke area persawahan.





