GAZA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa kasus malnutrisi pada anak-anak di Gaza meningkat lebih dari empat kali lipat di tengah krisis kemanusiaan yang semakin parah di wilayah Palestina tersebut.
“Mitra-mitra kami melaporkan lonjakan kasus malnutrisi di kalangan anak-anak di Gaza utara bulan lalu,” kata wakil juru bicara PBB Farhan Haq dalam konferensi pers, Senin (5/7/2024).
“Mereka mencatat peningkatan lebih dari 300 persen pada Juli, ketika lebih dari 650 kasus malnutrisi akut tercatat, dibandingkan dengan Mei, ketika 145 kasus serupa terdeteksi,” imbuhnya.
Menurut Haq, kondisi gizi di wilayah tersebut semakin memburuk karena keterbatasan akses, kurangnya pasokan air dan kebutuhan pokok, sanitasi yang buruk, dan penyebaran penyakit.
Mengutip Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), dia menyebutkan bahwa pengeboman oleh Israel di wilayah itu terus menelan korban warga Palestina.
“Dalam 48 jam terakhir, tiga sekolah yang menjadi tempat berlindung warga yang terlantar di Kota Gaza dilaporkan terkena serangan, menewaskan puluhan orang,” kata Haq.
Menanggapi perintah Israel agar warga Palestina mengungsi dari Khan Younis di selatan dan Rafah di utara, dia mengatakan bahwa PBB menyerukan agar pihak-pihak yang berseteru menghormati hukum kemanusiaan internasional, termasuk melindungi warga sipil dan obyek sipil.
“Analisis baru Pusat Satelit PBB menemukan bahwa hingga sebulan lalu, 63 persen bangunan di Gaza telah rusak,” tuturnya.





