
RAMALLAH – Pemukim ilegal Israel membakar pohon zaitun dan properti milik warga Palestina di Desa Yatma, selatan Nablus, Tepi Barat, Kamis (12/9/2024) malam.
Kepala dewan Desa Yatma, Ahmed Sanobar, menjelaskan bahwa para pemukim dari pemukiman Rehelim membakar pohon zaitun, kendaraan, dan gudang barang bekas sebelum melarikan diri.
“Sejumlah pemukim ilegal dari pemukiman Rehelim yang berada di dekat Yatma membakar pohon zaitun, kendaraan, dan sebuah tempat penyimpanan barang bekas di desa itu, lalu mereka bergegas melarikan diri,” katanya kepada Anadolu.
Sanobar juga menyebutkan bahwa meskipun serangan ini menyebabkan kerusakan pada pohon zaitun dan kendaraan, warga dan petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api.
Menurut Komisi Perlawanan Terhadap Kolonisasi dan Tembok Palestina, sejak 7 Oktober tahun lalu, pemukim ilegal Israel telah membunuh 19 warga Palestina, melukai lebih dari 785 orang, dan menggusur 28 komunitas Badui.
Diperkirakan ada lebih dari 720.000 pemukim ilegal Israel yang tinggal di pemukiman di seluruh Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur.
Ketegangan di Tepi Barat terus meningkat, terutama setelah serangan Israel di Jalur Gaza yang telah menewaskan lebih dari 41.100 warga Palestina, mayoritas wanita dan anak-anak, sejak 7 Oktober lalu.
Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa lebih dari 700 orang tewas dan lebih dari 5.700 lainnya terluka akibat tembakan Israel di Tepi Barat.
Juli lalu, Mahkamah Internasional menyatakan pendudukan Israel di tanah Palestina sebagai tindakan ilegal dan menuntut pemukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur dikosongkan.




