Jember –Sejatinya kamar mandi digunakan untuk keperluan buang hajat dan mandi, dan tidak layak dijadikan tempat tinggal, namun hal itu tak berlaku bagi Miskan (55), lelaki warga Dusun Krajan, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Ia menjalani hari harinya dalam sebuah bangunan yang jauh dari kelayakan. Dia tinggal dan tidur dalam kamar mandi. Kasurnya berdekatan dengan kakus.
Miskan menderita sakit stroke selama bertahun-tahun. Dia dirawat Misnati, warga setempat yang memiliki bangunan yang ditempati Miskan. “Dia tidak bisa berjalan,” kata perempuan tersebut.
Miskan sebenarnya punya anak yang bekerja di Malaysia. Dia ditinggalkan istrinya setelah sakit parah. Akhirnya, Misnati merawat Miskan karena kasihan. Sebenarnya dia ingin merawat Miskan dengan layak. Namun dia sendiri terimpit kemiskinan. Tak lagi bersuami, Misnati harus bekerja keras menghidupi dirinya sendiri dengan mencari ceceran padi yang digiling .
Menurut Misnati, Miskan pernah diobati namun tak berhasil. “Kalau dia sakit kepala ya dibelikan obat,” katanya melansir Beritajatim.
Misnati tak keberatan merawat Miskan. Namun dia berharap ada dermawan yang mau membantu membangunkan tempat tinggal yang layak untuk Miskan. “Saya kasihan sama dia,” katanya.





