PARIS (KBK) – Setidaknya 60 orang tewas dalam penembakan di pusat Kota Paris Jumat, (13/11/2015). Menurut Polisi setempat penyerang menggunakan senjata jenis AK47.
Jaringan TV BFMTV melaporkan, ada situasi penyanderaan di salah satu dari tiga tempat penembakan terjadi. Penyanderaan itu terjadi di sebuah teater Bataclan.
Di Stadion Stade de France terjadi ledakan, ketika itu Presiden Francois Hollande sedang berada di stadion itu, menonton tim Prancis melakukan pertandingan sepak bola persahabatan dengan tim juara dunia Jerman.
Hollande selamat dari ledakan dan meninggalkan stadion menuju kementerian dalam negeri.
Di tempat lain, Distrik 10, Polisi terlibat tembak menembak dengan penyerang bersenjata yang menguasai sebuah restoran.
Seorang saksi mengatakan kepada BFMTV, bahwa tim penyelamat berada di tempat kejadian untuk mengobati yang terluka.
Sejauh ini belum teridentifikasi yang melakukan serangan tersebut. Pihak berwenang sedang melakukan penyidikan.
Namun media di Perancis mengaitkan kejadian ini dengan kejadian di awal Januari tahun ini, di mana dua orang bersenjata menyerang kantor Majalah Satir Prancis, Charlie Hebdo, yang menewaskan 12 orang dan melukai 11 orang.
Cherif Kouachi melakukan penembakan karena membalas perlakuan majalah tersebut yang menghina Nabi Muhammad SAW lewat kartun dipublikasikannya. Kouachi bersaudara ditembak mati dua hari kemudian di Dammartin-en-goele.
Mereposkan penembakan tersebut, CNN melakporkan, pejabat kontraterorisme Amerika Serikat segera mengadakan rapat darurat keamanan untuk mengumpulkan informasi apakah ada indikasi yang sama dan ancaman di AS.
Menurut dua pejabat kontraterorisme AS, sejauh ini tidak ada ancaman ke kota-kota AS.





