
JUMLAH pemudik dengan kendaraan sepeda motor pada masa liburan lebaran tahun ini diperkirakan akan mencapai 6, 06 juta unit atau terjadi kenaikan 18,18 persen dibandingkan dengan 5, 13 juta unit pada periode sama 2016.
Walau sudah jelas, sepeda motor bukan lah moda angkutan jarak jauh yang layak karena rentan kecelakaan, pemerintah hanya bisa menyampaikan imbauan, tetapi tidak bisa melarang warga yang hendak mudik dengan kendaraan roda dua itu.
“Kami imbau, jangan mudik dengan sepeda motor. Coba lah moda angkutan lainnya, “ kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengingatkan.
Pada musim lebaran 2016 saja (-7H dan + 7H lebaran), tercatat 3.776 kasus kecelakaan sepeda motor, atau 70 persen dari jumlah kecelakaan lalu lintas, dengan korban tewas sebanyak 505 orang dan luka berat 873 orang. Diperkirakan, 19 juta pemudik akan menggunakan berbagai moda transportasi yang tersedia, baik KA, kendaraan angkutan jalan raya, kapal maupun pesawat udara selama masa lebaran 2017.
Berkendara sepeda motor, berisiko kecelakaan cukup tinggi akibat saling serempet di tengah kepadatan di jalur mudik, tergelincir akibat lubang-lubang atau permukaan jalan bergelombang di sebagian ruas jalur Pantura, jalur alternatif selatan di P. Jawa mau pun di ruas-ruas jalan di Sumatera dan pulau-pulau lainnya.
Berjam-jam di atas kendaaan beroda dua di tengah cuaca panas terik siang hari atau terpaan angin malam, membuat pengendara mengalami kelalahan sehingga kurang konsentrasi, padahal bahaya mengintai setiap saat.
Bagi anak-anak terutama balita, di atas kendaraan roda dua dalam waktu lama, tentu sangat melelahkan dan bahkan bisa mengancam nyawa mereka, apalagi jika orang tua yang menjadi pengendara, alpa memperhatikan kondisi mereka.
Keamanan, apalagi kenyamanan semakin terabaikan jika kendaraan dijejali barang-barang bawaan yang dikemas, diikat, dicantelkan atau diletakkan di kedudukan, alas atau penyangga yang dibuat asal-asalan, tanpa pertimbangan faktor keamanan.
Satu-satunya pilihan
Namun bagi sebagian warga dengan kemampuan ekonomi pas-pasan, mudik dengan sepeda motor adalah satu-satunya pilihan, sedangkan pilihan lainnya, ya tidak mudik di kampung halaman.
Selain menghindari kemacetan, berkendar sepeda motor murah-meriah, cukup merogoh kocek paling Rp150.000 untuk bahan bakar dari Jakarta sampai Yogyakarta dengan seorang pengendara, ditambah dua, kalau perlu tiga orang lagi (satu dewasa, dua anak-anak) yang menggonceng.
Bayangkan, dengan KA saja , diperlukan paling tidak sekitar Rp1 juta untuk tiket KA Ekonomi (Jakarta – Yogya) sekali jalan (empat orang), belum lagi ongkos kendaraan dari stasiun ke rumah tujuan.
Kemudahan lain, pemudik sepeda motor dapat berangkat ke kota tujuan atau kembali ke kota asal sewaktu-waktu , tidak perlu antri tiket seperti jika menggunakan KA atau moda angkutan umum lainnya.
Sepeda motor juga sangat diperlukan saat berada di kampung halaman, untuk sekedar membeli kebutuhan ke pasar, bersilaturahim dengan sanak keluarga di desa tetangga atau berbagai keperluan lain.
Tanpa kendaraan motor, selain mobilitas warga terhalang, biaya juga harus dikeluarkan berlipat-lipat, apalagi di tengah suasana lebaran, selain di tempat-tempat tertentu sulit ditemui, kendaraan umum atau ojek motor menaikkan tarif semaunya.
Pemerintah melalui BUMN dan sejumlah perusahaan swasta memang menyediakan 48.000 mudik gratis angkutan kapal, KA, truk untuk mengangkut sepeda motor pemudik, namun jumlah itu sangat tidak mencukupi, karena hanya mencakup di bawah satu persen dari 6,06 juta calon pemudik bersepeda motor.
Ke depannya, perlu dibangun prasarana dan sarana perhubungan yang memadai dan terjangkau, khususnya di masa mudik menjelang dan arus balik pasca lebaran.
Persoalannya, bagaimana menyediakan angkutan bagi 19 juta pemudik termasuk 6,06 juta pengendara motor, termasuk juga transportasi umum di pedesaan. Perlu difikirkan pula, subsidi atau potongan harga bagi warga dengan ekonomi pas-pasan yang hendak mudik dengan transportasi umum.
Banyak “PR” yang harus dilakukan jika pemerintah ingin “ngirit” nyawa pemudik dengan mencegah mereka menggunakan sepeda motor.




