JAKARTA (KBK) – Setelah berkoordinasi dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tanah Abang Jakarta, ratusan petani korban gusuran yang tergabung dalam Serikat Tani Teluk Jambe, Karawang, Jawa Barat diizinkan menempati Panti Asuhan Muhammadiyah Tanah Abang.
Mashuri Mashuda Ketua Kokamdamsar PP Pemuda Muhammadiyah sekaligus Koordinator Posko Al Maun tempat petani mengungsi menuturkan ada 217 jiwa pengungsi yang saat ini ditampung. Dari jumlah tersebut terdapat 63 anak-anak yang rencana akan mendapatkan layanan pendidikan di Sekolah Muhammadiyah
“Kami terima mereka karena darurat kemanusiaan. Kami juga akan lakukan advokasi kemanusiaan. Kami akan tinjau sampai 1 minggu kedepan perkembangannya bagaimana,” ujar Mashuri di Jakarta, Senin (20/3).
Mashuri menambahkan selain pendidikan untuk anak, Muhammadiyah juga akan memberikan pendampingan psikososial untuk orang tua dan ibu dan rencananya malam ini pihaknya juga akan mempelajari kasus untuk mengadvokasi para korban.
“Kami lihat petani ini posisinya cukup kuat, Keputusan Muhammadiyah untuk melakukan advokasi menyeluruh masih menunggu keputusan pusat yang nanti malam akan diputuskan,” ujarnya.
Ketua Dewan Pembina Serikat Tani Teluk Jambe, Aris Wiyono mengatakan pihaknya sangat terbuka bagi siapa pun yang ingin lakukan advokasi terkait konflik agraria petani teluk jambe dengan PT. Pertiwi Lestari.
“Besok agendanya kami aka bertemu komisi 2 DPR RI dan berencana akan tatap muka dengan pihak kementrian agraria dan tata ruang,” ucapnya.
Aris berujar para petani akan tetap bertahan di Jakarta hingga ada penyelesaian konkrit dari pemerintah.
“Kami akan Bertahan sampai ada penyelesaian konkrit karena kalau pulang pum sudah tidak ada rumah,” tegasnya





