Musim Dingin di Gaza Mematikan, 11 Anak Tewas Akibat Hipotermia

JAKARTA, KBKNEWS.id – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa kondisi musim dingin di Jalur Gaza kian mematikan.

Hingga kini, sedikitnya 11 anak dilaporkan meninggal dunia akibat hipotermia, di tengah keterbatasan bantuan kemanusiaan dan buruknya kondisi tempat tinggal warga.

Juru bicara PBB Farhan Haq, mengutip Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA), mengatakan keluarga-keluarga di Gaza masih menghadapi cuaca dingin ekstrem dengan perlindungan yang minim.

“Pada Selasa lalu, satu anak kembali dilaporkan meninggal akibat hipotermia. Ini menjadi anak ke-11 sejak awal musim dingin,” ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (30/1).

Sejak Oktober lalu, PBB dan mitra kemanusiaan telah menyalurkan puluhan ribu tenda yang digunakan oleh lebih dari setengah juta warga. Namun, Haq menegaskan tenda hanya memberikan perlindungan terbatas, terutama saat hujan dan suhu dingin meningkat.

“Kami terus menyerukan solusi hunian yang lebih layak dan tahan cuaca untuk mengurangi ketergantungan pada tenda darurat,” katanya.

PBB juga menyoroti kondisi ketahanan pangan di Gaza yang masih rapuh. Meski terjadi sedikit perbaikan konsumsi pangan dalam beberapa waktu terakhir, Haq menekankan bahwa arus masuk bantuan dan pasokan komersial harus dijaga secara berkelanjutan.

Upaya penanganan gizi buruk, lanjut Haq, telah diperluas melalui puluhan fasilitas kemanusiaan yang beroperasi sejak gencatan senjata diberlakukan.

Dalam pernyataannya, PBB kembali mendesak agar pembatasan terhadap operasi kemanusiaan segera dicabut. Haq menyerukan Israel untuk mengakhiri larangan terhadap UNRWA dan memastikan bantuan dapat disalurkan tanpa hambatan di Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here