
GAZA (KBK) – Musim dingin mulai menghampiri, tapi warga Gaza tidak bisa menjauh. Mereka tetap bertahan di puing-puing rumah mereka dan ditenda-tenda dekat bekas rumah mereka yang sudah luluhlantak karena serangan Israel tahun 2014.
Ada 1,8 juta jiwa, penduduk Gaza, akibat serangan zionis 2014 mereka kehilangan 2,700 orang anggota keluarga mereka. Sekitar 5.000 Unit rumah mereka rata dengan tanah.
Organisasi internasional telah menyatakan bahwa Jalur Gaza hidup dalam bencana nyata, lebih dari 73 %Â warga Gaza hidup di bawah garis kemiskinan, mereka menderita akibat blokade Gaza.
“Ribuan warga Palestina di Jalur Gaza pun menghadapi rawan pangan dan situasi yang lebih buruk setelah sejumlah besar ternak dan lahan pertanian rusak parah atau hancur. Situasi pangan yang buruk di Gaza diperparah oleh agresi Israel 2014,” demikian menurut laporan oleh Food and Agricultural Organization PBB (FAO).
Penderitaan agresi belum usai, kini berlanjut dengan intifadah 3 yang pecah awal bulan Oktober 2015, yang sudah menewaskan 121 orang warga Palestina, 25 diantaranya anak-anak dan 5 Orang adalah Muslimah Palestina.
Belum usai intifadah 3, kini musim dingin menjelan mereka. Menurut pejabat Palestina, suhu di Gaza pada musim dingin ini akan sampai pada suhu di bawah 0 derajat celcius.
Di wilayah Palestina dan tepian wilayah Jordan serta Mesir, selama satu tahun selalu silih berganti musim dari musim panas, musim dingin, musim semi hingga musim gugur. Pada awal bulan Oktober 2015 hingga awal bulan Januari 2016 nanti Gaza berada dalam musim dingin, pergantian musim berlaku setiap 3 bulan.
Puncak musim dingin dengan cuaca ekstrim, akan muncul di 5 Desember 2015 nanti dan akan berlangsung hingga pertengahan bulan Januari 2016. Selanjutnya siklus cuaca terus menurun hingga memasuki pergantian musim Semi.
Melalui Abdillah Onim atau yang akrab di sapa dengan Bang Onim, 35 NGO Indonesia menitipkan bantuan untuk dibagikan kepada masyarakat GAZA. Saat ini Bang Onim sudah menyiapkan selimut dan jaket untuk dipersembahkan kepada warga Gaza.
Kepada KBK, Senin (14/12/2015), Bang Onim menyampaikan saat ini sudah 100 selimut ditumpuk di gudang siap untuk dibagikan.
“Untuk musim dingin ini, 5.000 selimut akan dibagikan ke 27 wilayah di Gaza,” ungkap Bang Onim.
Kemarin, Ahad (13/12/2015) Bang Onim bersama tim dan dibantu 12 NGO lokal membagikan selimut Hangat ke wilayah Gaza Timur tepatnya ke Qoryah Arab Badui Zaitun.
Selain Program Musim dingin, mulai besok bang Onim dan tim mulai membuatkan rumah sederhana untuk Keluarga Qusay di wilayah Johr Dik Gaza Tengah. Pembangunan ini merupakan sumbangan dari rakyat Indonesia.
“Qusay beserta kedua adiknya yang masih berusia 2 bulan menempati gubuk kumuh dengan luas 5×4 meter tanpa lsitrik, tanpa air bersih, tanpa gas, tanpa WC dan hidup gelap gulita jika malam tiba,” kisah Bang Onim.
Bang Onim juga mengawal Pembangunan Masjid DPU Daarut Tauhiid Indonesia di Wilayah Deir Balah Gaza Tengah dengan kapasitas 400 orang Jamaah.
“Kini tahap penyelesaian dan di targetkan akhir bulan Desember 2015 sudah dilakukan peresmian, Insya Allah,” tandas Bang Onim.




