Musim Hujan, Ada 50 Titik Berpotensi Bencana di Kulon Progo

Ilustrasi longsor/ Foto: tribunnews

YOGYAKARTA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta mengatakan ada 50 titik potensi bencana di wilayahnya  mulai dari tanah longsor, pohon tumbang, dan banjir.

Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Ariadi di Kulon Progo,  mengatakan kewaspadaan ini berkaca pada bencana hidrometeorologi yang menimpa Kulon Progo pada Maret 2019 lalu.

Ia mengatakan potensi longsor dan pohon tumbang banyak ditemui di Kulon Progo sisi utara yang merupakan wilayah perbukitan, meliputi Kecamatan Kalibawang, Samigaluh, Kokap, dan Girimulyo.

Sementara untuk banjir melanda wilayah di sepanjang Sungai Serang. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian akibat serangkaian bencana itu mencapai ratusan juta.

BPBD menyiagakan personel Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) selama 24 jam. Warga yang sedang dalam keadaan darurat bencana dapat menghubungi petugas Pusdalops tersebut.

“Di samping itu untuk antisipasi bencana longsor, BPBD juga menyiapkan Early Warning System (EWS),” katanya.

Ia mengatakan, seperti dilansir Antara, sampai saat ini, ada 90 EWS di wilayah perbukitan Kulon Progo, termasuk tiga titk EWS baru di Dusun Klepu, Desa Banjararum, Kecamatan Kalibawang; Dusun Ngrancak, Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo dan Dusun Jeruk, Desa Gerbosari, Kecamatan Samigaluh.

“Kondisi sebagian EWS ada yang tidak berfungsi, tapi di sisi lain struktur tanah di lokasi rawan longsor telah menguat, jadi bisa dikatakan cukup aman meski demikian warga harus tetap waspada,” kata Ariadi.

Advertisement