KULONPROGO – Selama musim hujan bulan November, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo mencatat telah terjadi bencana longsor di 12 titik di wilayah setempat.
Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Gusdi Hartono mengatakan, sebagaimana dilansir Solopos, Rabu (22/11/2017), sebetulnya puncak penghujan baru akan terjadi pada Desember dan Januari mendatang. Namun, bencana longsor bukanlah bencana yang selalu dapat diperkirakan sebelumnya.
Untuk menghadapinya, BPBD sudah melakukan sejumlah langkah. Antara lain assesment, bantuan logistik, peralatan dan menerjunkan sumber daya manusia (SDM) untuk turut kerja bakti bersama warga di sekitar bencana.
Dia menegaskan BPBD selalu berupaya untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat, mengenai potensi bencana yang kemungkinan muncul di wilayah mereka masing-masing.
Saat ini, total sudah ada 97 Early Warning System (EWS) sebagai alat peringatan dini bencana longsor, terpasang di banyak titik rawan longsor. Kendati demikian, masyarakat diminta untuk tetap memerhatikan beragam tanda-tanda alam.
Pasalnya, secanggih apapun EWS yang ada, bisa saja pada suatu waktu EWS tidak akan berfungsi secara maksimal. Misalnya mengalami kerusakan, sehingga tidak bisa berbunyi ketika terjadi bencana.
Selain itu, berdasarkan kajian yang dilakukan, ditemukan bahwa ada kemungkinan kawasan yang terpasang EWS, tidak mengalami bencana, melainkan bencana terjadi di wilayah yang tak memiliki EWS.





