Muslim Uyghur Diterima sebagai Pengungsi di Swedia

Pemerintah Swedia menerima warga Uyghur sebagai pengungsi yang mencari suaka. Foto: Anadolu

STOCKHOLM – Warga Uyghur yang datang ke Swedia akan diberlakukan khusus sebagai pengungsi dan dianggap sebagai pencari suaka.

Hal itu diumumkan Swedia, Senin lalu. Negara itu memberikan status pengungsi kepada warga Uyghur yang berasal dari Daerah Otonomi Xinjiang China serta anggota kelompok minoritas Muslim lainnya, .

Pengumuman tersebut dirilis di halaman web resmi Dewan Migrasi Swedia, mengatakan akan menganggap pencari suaka yang datang dari wilayah tersebut sebagai pengungsi.

Dewan Swedia menambahkan bahwa pengajuan suaka akan diterima secara langsung dan mereka tidak akan dideportasi.

Mengutip laporan UNHRC yang mengatakan lebih dari satu juta warga Uyghur ditahan di kamp-kamp di China, dewan itu juga menyinggung laporan Human Rights Watch yang mencela larangan mempraktikkan ajaran Islam di Xinjiang.

Ahmed Tursun, wakil kepala Yayasan Uighur Maarif Swedia, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa mereka menyambut keputusan itu dan berharap akan menjadi contoh bagi negara-negara Barat lainnya.

Wilayah Xinjiang China adalah rumah bagi sekitar 10 juta warga Uyghur.

Kelompok Muslim Turki, telah lama menuduh otoritas China melakukan diskriminasi budaya, agama dan ekonomi kepada warga Uyghur.

Menurut pejabat AS dan ahli PBB, sekitar 1 juta orang, atau sekitar 7 persen dari populasi Muslim di wilayah Xinjiang China, kini dipenjara dalam “kamp pendidikan ulang politik” yang terus berkembang.

Dalam sebuah laporan September lalu, Human Rights Watch menuduh pemerintah China melakukan kampanye sistematis pelanggaran hak asasi manusia terhadap Muslim Uyghur di Xinjiang.

Seperti dilaporkan Anadolu, menurut laporan setebal 117 halaman itu, pemerintah China melakukan penahanan, penyiksaan dan penganiayaan massal terhadap warga Uyghur di wilayah tersebut.

Advertisement