JAKARTA, KBKNEWS.id – Sebanyak 17 dari 18 kapanewon atau kecamatan di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), telah mengajukan bantuan air bersih akibat kekeringan yang melanda wilayah tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono mengatakan sekitar 90.000 jiwa terdampak krisis air bersih. Data tersebut dihimpun berdasarkan laporan penyaluran bantuan air bersih yang telah dilakukan hingga saat ini.
“Dari 18 kapanewon di Gunungkidul, hanya Kapanewon Playen yang belum mengajukan bantuan air bersih,” kata Purwono saat dihubungi, Sabtu (19/9/2026).
Untuk memenuhi kebutuhan warga, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyiapkan 5.100 tangki air bersih melalui anggaran belanja tidak terduga (BTT). Setiap tangki memiliki kapasitas 5.000 liter.
BPBD Gunungkidul menggandeng pihak ketiga untuk menyalurkan bantuan karena keterbatasan armada. Saat ini, hanya empat kendaraan tangki milik BPBD yang masih aktif.
Bantuan air bersih telah disalurkan ke sejumlah wilayah yang membutuhkan, di antaranya Kapanewon Purwosari dan Panggang. Penyaluran akan dilakukan hingga November mendatang sesuai perkiraan BMKG mengenai awal turunnya hujan.
Purwono mengatakan bantuan kemungkinan tetap diperlukan pada awal musim hujan karena air hujan belum langsung mencukupi kebutuhan warga. Masyarakat juga diimbau menghemat penggunaan air bersih karena musim kemarau diperkirakan masih berlangsung.
“Warga diimbau untuk menghemat air bersih, karena kemarau masih sedikit panjang,” ujar Purwono.





