spot_img

Negara Arab hingga Eropa Sambut Resolusi Keanggotaan Palestina di PBB

JAKARTA – Sejumlah negara menyambut pengesahan resolusi oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berisi seruan untuk mempertimbangkan kembali keanggotaan Palestina di PBB.

Beberapa negara tersebut di antaranya Mesir, Arab Saudi, Irak, Belgia, Denmark, Spanyol, Australia dan Selandia Baru.

Menteri Luar Negeri Mesir menganggap pengesahan itu sebagai langkah historis serta bukti penerapan sikap untuk mengakui hak-hak rakyat yang selama ini menderita karena pendudukan pihak asing selama lebih dari tujuh dekade.

Sementara, Arab Saudi menyebut resolusi itu mengungkapkan dengan jelas konsensus internasional atas hak sah rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri serta mendirikan negara merdeka berdasarkan solusi dua-negara.

Kementerian Luar Negeri Irak mengatakan bahwa pengesahan itu membuktikan dukungan internasional yang besar bagi rakyat Palestina untuk memperoleh hak-hak mereka yang sah.

Sementara melalui X, Menteri Luar Negeri Belgia, Hadja Lahbib, menuturkan bahwa negaranya turut memberikan dukungan kepada Palestina.

“Kami memberikan suara mendukung, serta mendorong resolusi soal status Palestina di PBB,” tulisnya di X.

Menteri Luar Negeri Denmark, Lars Lokke Rasmussen, seperti yang dikutip Kemenlu Denmark di X, mengatakan, “Hari ini kita memberikan suara yang lebih kuat bagi Palestina di PBB.”

“Saya berharap resolusi hari ini bisa menjadi secercah harapan bagi masa depan rakyat Palestina pada masa-masa kelam ini,” kata Rasmussen.

Sementara itu, Jose Manuel Albares, Menteri Luar Negeri Spanyol, menulis di X bahwa negaranya ikut memprakarsai dan memberikan suara dukungan, bersama 142 negara, pada resolusi bagi keanggotaan penuh Palestina di PBB.

Berbicara kepada wartawan di Adelaide pada Sabtu (11/5/2024), Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong, mengatakan bahwa pemungutan suara tersebut bertujuan untuk memberikan hak tambahan yang sederhana untuk berpartisipasi dalam forum PBB.

Sementara Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Winston Peters, menyampaikan bahwa pemungutan suara di negaranya mencerminkan rasa frustrasi yang dirasakan komunitas internasional terhadap siklus kekerasan tanpa akhir yang terus melanda wilayah tersebut.

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles