JAKARTA – Desiran angin pantai pesisir utara Jakarta seakan menjadi teman setia Habiba yang tengah duduk manis di tempat pelelangan ikan. Pagi itu, ia bersama para istri nelayan Muara Angke lainnya tengah menanti kedatangan nelayan yang tak lain merupakan suami mereka sendiri.
Setalah perahu didaratkan para kaum ibu dengan sigap menyambut sang suami dengan membawa ember sebagai wadah penampung ikan. Wajah Habibah semringah tat kala kotak es yang terbuat dari streofoam diturunkan dari kapal, namun apa daya harapan Habiba sirna ketika ikan yang ia nantikan tak sesuai ekspetasinya.
Lagi-lagi Habiba bersama suami harus pulang dengan lembaran rupiah yang hanya mampu untuk membeli lauk pauk seadanya. Menurut Habiba tangkapan para nelayan tradisional Muara Angke dalam empat tahun terakhir terus mengalami penurunan. Tak jarang juga Habiba harus pulang dengan tangan kosong.
“Empat tahun terakhir ini, kalau suami-suami kami melaut, selalu pulang dengan tangan kosong. Ikannya sudah nggak ada, tidak seperti sebelumnya, ikannya sangat banyak, tetapi sekarang sudah sangat berkurang,” kata Habiba seperti dilansir Jitunews.com (19/08/16).
Habiba mengaku kejayaan nelayan Muara Angke dalam menangkap ikan berakhir pada tahun 2012 lalu, seiring dimulainya pembangunan dan reklamasi teluk Jakarta.
“Tahun 2012 masih cukup banyak ikannya, tetapi makin ke sini, ikannya sudah makin habis. Kira-kira sudah empat tahun kami para nelayan Muara Angke hidup dalam ketidakpastian dalam menangkap ikan,” kenang Habiba.
Habiba merupakan satu dari sekian banyak istri nelayan tradisional Muara Angke yang memilih tetap bertahan menjadi nelayan karena ketiadaan pilihan untuk bertahan hidup. Pilihan satu-satunya Habiba dan suami adalah harus merogoh saku lebih dalam supaya dapat merenovasi kapal agar bisa mencari ikan hingga ke tengah laut.
“Tapi itu semua membutuhkan biaya besar, apalagi buat bensin. Kami orang kecil sudah tidak bisa berbuat banyak,” tutupnya.
Semoga dampak pembangunan reklamasi teluk Jakarta dapat mengubah kehidupan Habiba dan nelayan lainnya menjadi lebih baik.




