BOGOR – Menderita penyakit kaki gajah, seorang ibu, Unih (68), warga kampung Setu RT 3/5 Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor hanya dapat terbaring lemah di tempat tidur dan tidak bisa beraktifitas karena tidak dapat berjalan.
Kedua kakinya membesar sudah sejak enam tahun lalu, dengan berbagai usaha yang dilakukan ia dan keluarganya untuk menyembuhkan penyakit tersebut. Namun kini ia hanya bisa berobat alternatif karena keterbatasan biaya.
“Sempat dibawa ke RSUD Cibinong, tapi karena uangnya gak cukup akhirnya pulang lagi dan melakukan pengobatan alternatif,” ujarnya, Selasa (30/8/2016), kepada Tribunbogor.
Tahun lalu pihak keluarga kembali membawa Unih ke RSUD Cibinong lantaran melihat kondisinya semakin parah. Saat itu, pihak RSUD Cibinong merujuk Unih untuk melakukan pengobatan di RS Fatmawati Jakarta untuk segera dilakukan operasi.
“Waktu itu pernah dioperasi di RS Fatmawati pakai biaya sendiri karena engga punya kartu BPJS Kesehatan,” katanya. Namun sayang, operasi yang pernah dilakukan tidak membuat perubahan pada kakinya itu.
“Katanya harus dioperasi lagi, tapi saya sudah nggak punya uang lagi untuk berobat ke rumah sakit. Sekarang ini minum obat dari apotik saja untuk mengurangi rasa sakit yang harganya cuma Rp 20 ribu,” katanya.
Kini, dengan kondisi tidak bisa berjalan, dirinya hanya menunggu keajaiban untuk bisa sembuh dan berharap ada bantuan dari pemerintah untuk mengobati penyakit yang dideritanya itu.





