Nestapa Reena ‘dipakai dan dijual’ Bapak Kandung di Bali

Reena, 15 tahun

Reena tidak menyangka kalau Bapaknya membawa ia ke Bali dengan rencana mencari kerja, ternyata dipakai dan dijual-belikan ke pria hidung belang.

Reena, 15 tahun, bukan nama sebenarnya, berlarian bersama teman-temannya di rumah aman Polda Bali, awal bulan lalu.  Ia terlihat masih polos dan kekanak-kanakan. Tapi fisiknya berkata lain, ia sudah seperti orang dewasa. Apalagi dengan perut membuncit, karena mengandung 7 bulan.

Ia tiada menyangka, kedatangannya ke Bali bersama bapaknya tahun lalu, akan merenggut masa anak-anaknya. Ia yang tak lulus SD ini, dibawa bapaknya dari Lombok untuk mencari kerja di Bali. Ia meninggalkan 3 adik dan mamanya di kampung halaman.

Di rumah kosan yang dikontrak bapaknya di Bali, di sanalah dunia Reena menjadi jungkir balik. Di malam pertama di Bali, dia seperti orang yang tengah berbulan madu di Pulau Dewata. Dia diberlakukan bapak kandungnya seperti seorang pengantin di malam pertama. Bapaknya lupa atau pura-pura tak tahu, kalau Reena adalah anak kandungnya. Reena kecil tidak berdaya, ia tenggelam dalam kebuasan nafsu bejat sang bapak.

Selama 3 bulan, Reena menjadi ‘pengantin’ bapaknya. Hingga bapaknya sadar kalau perlakuan  terhadap anaknya itu, bisa membuat anaknya yang baru gede itu hamil. Makanya, bapaknya membawa Reena ke seorang Bidan di Bali untuk pasang kontrasepsi. Namun bidan saat itu menolak memasang alat kotrasepsi, karena Reena tidak dalam kondisi haid. Bidan menyuruh datang lagi kalau Reena tengah haid.

Sebulan lamanya menunggu Reena haid, ternyata ‘bulan’ tak datang juga. Bapaknya mulai panik, Reena ditest kehamilannya, ternyata positif. Sejak itu, bapaknya sibuk sana-sini mencari ramuan agar kandungan Reena gugur. Mulai dari jamu, sampai dipukul-pukul, diurut-urut. Akhirnya Reena disuruh minum ramuan cabe dan merica. Akibatnya, terjadi pendarahan.

Setelah pendarahan dalam beberapa hari bersih, bapaknya mulai tenang. Karena sudah 3 bulan di Bali, bapak dan anak juga belum dapat kerja. Pikiran kreatif bapaknya mulai berjalan. Kini Bapaknya tidak lagi memakai sendiri anaknya, ia mulai menawarkan anaknya kepada pria hidung belang lainnya. Ia menjual anaknya dengan harga Rp700 ribu sampai jutaan rupiah per kali kencan.

Setelah melayani para pria hidung belang, malamnya di kosan, Reena tetap harus melayani bapaknya. Hal itu berlangsung sampai ketahuan kalau perut Reena semakin membuncit. Ternyata ramuan penggugur kandungan resep bapaknya gagal total. Reena ternyata tetap hamil.

Salah seorang pria hidung belang, yang telah membooking Reena, curiga atas membuncitnya perut Reena.  Ia pun menanyakan perihal itu kepada Reena. Setelah mendengar cerita Reena yang polos, Ia tersentuh, akhirnya Reena diantarkan ke Lombok oleh tamu tersebut secara diam-diam.

Untuk kabur dari bapaknya Reena menggunakan motor bapaknya ke bandara dan motor itu dititip ke temannya. Ternyata melarikan motor itulah menjadi senjata bapaknya, dia melaporkan Reena ke Polisi. Akhirnya Reena ditangkap di Lombok oleh Polisi. Reena ditahan dengan tuduhan melarikan motor bapaknya.

Setelah Reena ditahan, Reena pun mengontak temannya tempat menitipkan motor itu. Motor itu dikembalikan ke Bapaknya. Karena motornya sudah kembali dan Reena tidak terbukti maling motor, akhirnya polisi membebaskannya.

Setelah Reena dinyatakan bebas, Reena pun mengadukan bapaknya karena sudah menghamili dan menjualnya ke pria hidung belang. Menurut pengakuan Reena, ia sudah melayani lebih dari 20 orang pria hidung belang. Dari pengaduan Reena di kepolisian Lombok akhirnya bapaknya ditangkap di Bali dengan tuduhan perdagangan orang.

Untuk memudahkan penyelidikan Polisi, karena kasusnya terjadi di Bali, akhirnya Reena dititipkan di Rumah Aman Polda Bali untuk menjadi saksi korban kejahatan bapaknya. Ia akan dipulangkan ke ibunya di Lombok kalau sudah melahirkan dan pemberkasan bapaknya selesai. Dan ia pun akan menjadi saksi di persidangan bapaknya.

Kepada Swara Cinta yang bertemu dengan Reena di Rumah Aman Polda Bali, awal bulan lalu, Reena mengaku sudah dikunjungi ibunya dari Bali di Rumah Aman tersebut. Ibunya kaget dan tidak menyangka kalau suaminya tega berbuat seperti itu kepada anak kandungnya sendiri. Karena nasi sudah menjadi bubur, ibunya menerima Reena dengan penuh kasih sayang. Ia berpesan kepada Reena agar merawat anak yang sekaligus adiknya itu agar terlahir sehat nantinya.***

Advertisement