Netanyahu Dukung Keputusan AS Berikan Sanksi bagi Negara Pembeli Minyak Iran

TEL AVIV – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyambut baik keputusan Presiden AS Donald Trump untuk tidak memperbarui keringanan bagi lima negara yang masih terus mengimpor minyak dari Iran.

Netanyahu mengatakan bahwa langkah itu akan berfungsi untuk meningkatkan tekanan pada “rezim teroris” di Teheran.

“Kami mendukung komitmen AS untuk memerangi agresi Iran, dan ini adalah cara yang tepat untuk menghadapinya,” ujarnya, dikutip Anadolu.

Sebelumnya Senin (22/4/2019), Washington mengumumkan rencana untuk mengakhiri  pengecualian terhadap negara-negara yang membeli minyak Iran, atau akan mulai memberlakukan sanksi bagi negara-negara yang masih membeli minyak dari Iran.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari kebijakan Gedung Putih untuk memberikan “tekanan maksimum” pada Iran dengan tujuan untuk membuat pendapatan minyak negara itu menjadi nol.

November lalu, pemerintahan Trump memberlakukan kembali sanksi terhadap sektor minyak Iran setelah menarik AS dari kesepakatan nuklir 2015 antara Teheran dan kelompok negara-negara P5 +1 (lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman).

Negara-negara yang mendapat pengecualian diantaranya Turki, Cina, Yunani, India, Italia, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan.

Advertisement