TEL AVIV – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji AS yang memberlakukan kembali sanksi-sanksi terhadap Iran yang sebelumnya dicabut berdasarkan perjanjian nuklir 2015.
Netanyahu mengatakan bahwa Presiden Donald Trump telah membuat keputusan bersejarah dengan memulihkan sanksi-sanksi terhadap rezim teror pembunuh di Iran yang membahayakan seluruh dunia.
Dia menambahkan, sebagaimana dikutipm AP, dampak dari sanksi-sanksi awal telah terasa, melihat pada krisis keuangan di Iran yang telah memicu protes-protes di negara Islam tersebut.
Sanksi-sanksi AS yang diberlakukan Jumat (2/11/2018) menargetkan sektor perkapalan, keuangan dan energi Iran, dengan memberikan pengecualian pada delapan negara yang masih mengimpor minyak dari Iran tanpa penalti.





