YERUSALEM – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyerukan penutupan badan PBB yang bertanggung jawab atas pengungsi Palestina, UNRWA.
Netanyahu menyampaikan hal itu dalam rapat kabinet, Ahad, (11/6/2017).
Usul Netanyahu itu pun sudah disampaikan kepada Duta Besar PBB A.En.N. Nikki Haley dalam sebuah pertemuan pekan lalu.
“Telah tiba saatnya PBB mempertimbangkan kembali keberadaan UNRWA,” ungap Netanyahu.
Netanyahu menuduh UNRWA telah melakukan penghasutan, karena mengkritik kebijakan Israel.
Juru bicara UNRWA Chris Gunness menanggapi dengan mengatakan bahwa UNRWA memiliki mandat yang jelas yang ditetapkan oleh U.N.
“Situasi Pengungsi Palestina perlu dicarikan solusi sebagai bagian dari resolusi politik konflik antara Israel dan Palestina. Inilah saatnya aksi politik untuk menyelesaikan krisis yang telah berlangsung lama,” katanya.
Seperti dilansir Anadolu, Badan Bantuan dan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) didirikan tahun 1949 untuk bekerja secara khusus melindungi 5 juta pengungsi Palestina di Timur Tengah, memberikan layanan dasar untuk mereka di tempat-tempat pengungsian.




