MENTAWAI – Kepala Badan Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono melaporkan Sebanyak 10 gempa susulan menggetarkan wilayah Kepulauan Nias, dan Kepulauan Mentawai, pasca terjadinya gempa bermagnitudo 6,2.
“Hingga pukul 06.40 WIB telah terjadi sebanyak 10 kali gempa susulan (aftershocks) di barat Nias,” ungkap Daryono dalam keterangannya, Selasa (2/11/2021). Dari hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter terbaru bermagnitudo 5,9.
Daryono menjelaskan, bahwa gempa yang mengguncang Nias dan Mentawai pagi ini bukan merupakan gempa subduksi. Pasalnya, gempa ini berada pada zona tekukan lempeng atau outer rise yaitu zona sumber gempa di luar subduksi.
” Gempa M=6,2 yang guncang Nias dan Kepulauan Mentawai pagi dini hari tadi bukan gempa subduksi/megathrust, kalau zona subduksi itu bidang kontak antar lempeng pada lajur tunjaman. Gempa tadi itu pada zona tekukan lempeng sebelum menunjam, namanya outer rise, yaitu zona sumber gempa di luar subduksi,” jelasnya.
Lebih lanjut Daryono menjelaskan, gempa outer rise yang mengguncang Nias dan Mentawai ini terletak di luar subduksi dengan ciri mekanisme sesar menurun.





