Nikah Khidmat di Pengungsian NTT

Rangkaian gambar tersebut mengabadikan momen prosesi akad nikah yang berlangsung sederhana dan sarat haru di dalam tenda darurat pengungsian milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Suasana luar tenda kubah berwarna jingga terang memperlihatkan sejumlah warga dan anak-anak yang berkumpul di dekat pintu masuk untuk turut menyaksikan langsung peristiwa istimewa tersebut di tengah keterbatasan tempat penampungan.

Di bagian dalam tenda, beralaskan terpal biru dan selembar sajadah kecil, sepasang mempelai duduk berdampingan dengan khidmat menghadap penghulu atau wali nikah. Mempelai wanita tampil anggun mengenakan busana kebaya dan hijab berwarna biru muda berhias payet, sementara mempelai pria mengenakan kemeja gelap berlengan panjang dan peci hitam polos yang mencerminkan kesederhanaan.

Keluarga, saksi, serta tokoh masyarakat setempat duduk bersila mengelilingi kedua mempelai di atas terpal. Penghulu yang mengenakan baju koko putih dan peci tampak memimpin ijab kabul serta melafalkan doa-doa pernikahan, disaksikan dengan penuh perhatian dan raut haru oleh para hadirin, termasuk seorang aparat berseragam yang turut mendokumentasikan jalannya acara.

Meskipun diadakan di tengah suasana keprihatinan pascabencana tanpa dekorasi mewah layaknya pesta pernikahan pada umumnya, akad nikah tersebut tetap berjalan sakral, hangat, dan tertib. Momen ini mencerminkan keteguhan hati kedua mempelai untuk tetap menyatukan janji suci dan membina rumah tangga di tengah cobaan hidup yang sedang dihadapi.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here