Obama Kecam Penembakan di Lousiana

Presiden Amerika Serikat Barrack Obama/ bet.com

LOUSIANA–Presiden Barack Obama mengutuk serangan pada Minggu (17/7)  di Lousiana yang menewaskan tiga polisi. Ia menyatakan tekad bahwa hukum akan ditegakkan. Ia mengimbau rakyat Amerika untuk memusatkan perhatian dan tindakan yang mempersatukan negara, bukan yang memecah belah Amerika Serikat.

Obama sedang berupaya untuk menyeimbangkan keprihatinan antara kekerasan yang dilakukan polisi, kebanyakan terhadap warga Amerika keturunan Afrika, dan penghormatan kepada para personel kepolisian yang terbunuh.

Ia pekan lalu menghadiri salah satu rangkaian upacara pemakaman kelima polisi Dallas, yang tewas ditembak seorang mantan prajurit AS berkulit hitam. Prajurit tersebut melancarkan tembakan di tengah berlangsungnya aksi unjuk rasa damai pada 7 Juli untuk mengecam pembunuhan terhadap Sterling dan Castile.

Sang penembak di Dallas, Micah Johnson yang berusia 25 tahun, tewas ketika polisi mengerahkan sebuah robot pembawa bom ke dekatnya. Gelombang kekerasan itu telah membuat pengamanan di seluruh negeri diperketat, terutama di Cleveland dan Philadelphia.

Clevaland dan Philadelphia akan menjadi tempat penyelenggaraan Konvensi Nasional Partai Republik pekan ini dan Konvensi Nasional Partai Demokrat pekan depan. Kedua pertemuan akbar itu diperkirakan akan secara resmi menyatakan Donald Trump sebagai calon presiden dari Republik dan Hillary Clinton sebagai calon presiden dari Partai Demokrat. Antara

Advertisement