OKI Kecam Terlukanya Ratusan Tahanan Palestina di Penjara Israel

Bendera negara-negara OKI/KBK

TEPI BARAT – Organisasi Kerjasama Islam (OKI)  mengutuk keras perlakuan Israel terhadap tahanan Palestina, terutama di fasilitas penahanan Ofer Tepi Barat.

Dalam sebuah pernyataan Kamis (24/1/2019), OKI menegaskan bahwa mereka akan terus “berdiri oleh para tahanan Palestina untuk menyampaikan pesan, suara, dan penderitaan mereka ke dunia luar.”

“OKI mendukung hak narapidana Palestina untuk kebebasan, keadilan dan martabat,” bunyi pernyataan OKI, dilansir Middle east monitor.

Organisasi yang bermarkas di Saudi itu meminta komunitas internasional untuk campur tangan agar “menekan kekuatan pendudukan Israel untuk menghentikan tindakan sewenang-wenang ini dan tindakan penindasan terhadap para tahanan Palestina.”

Pemerintah dunia diminta harus memastikan bahwa para tahanan Palestina diperlakukan sesuai dengan hukum humaniter internasional.

Pada hari Senin, lebih dari 100 narapidana Palestina yang ditahan di penjara Ofer dilaporkan terluka karena disiksa oleh administrasi penahanan.

Tanggal resmi organisasi Pembebasan Palestina (PLO) baru-baru ini melaporkan bahwa ada sekitar 1.200 warga Palestina yang ditahan di fasilitas Ofer.

Menurut angka Palestina, lebih dari 6.000 warga Palestina saat ini mendekam di penjara-penjara Israel, termasuk 52 perempuan, 270 anak di bawah umur dan enam anggota parlemen.

Advertisement