RAMALLAH – Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mengutuk serangan Israel di kantor utama kantor berita resmi Palestina Wafa, di kota Ramallah, Tepi Barat.
Pada Senin (10/12/2018), pasukan Israel masuk ke markas agensi atas tuduhan mencari tersangka dalam serangan penembakan yang melukai enam warga Israel.
Selama serangan itu, tentara Israel dilaporkan menahan wartawan yang bekerja di kantor di dalam ruangan di gedung.
Dalam sebuah pernyataan, Sekretariat OKI mengecam serangan Israel dan penggunaan markas agensi untuk menargetkan warga Palestina.
Kelompok negara Islam tersebut menyerukan kepada komunitas internasional untuk “campur tangan untuk membuat Israel bertanggung jawab atas kejahatan dan pelanggaran terhadap jurnalis dan lembaga media Palestina.”
Sebelumnya pada hari Selasa, sejumlah warga Palestina berdemonstrasi di Ramallah sebagai protes atas serangan Israel di kantor Wafa, demikian dilansir Middle East Monitor.





