Operasi Pencarian Korban Banjir Bandang di Bima Diperpanjang Tiga Hari

BIMA – Pencarian terhadap empat korban banjir bandang yang masih hilang di Desa Nanga Wera, Kecamatan Wera, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), akan diperpanjang selama tiga hari ke depan.

Koordinator Pos SAR Bima, Muhammad Darwis, mengonfirmasi bahwa perpanjangan ini dilakukan atas permintaan keluarga korban dan masyarakat.

“Sesuai SOP tugas kami hanya tujuh hari. Namun, karena ada sesuai permintaan dari pemerintah daerah, keluarga korban, maka operasi SAR diperpanjang selama tiga hari ke depan,” ujarnya di Wera Bima, Minggu (8/2/2025).

“Perpanjangan ini terhitung sejak hari ini (Minggu, red) dan akan dihentikan pada Selasa (11/2) mendatang,” lanjut Darwis.

Darwis menjelaskan bahwa dalam proses pencarian ini, tim SAR mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, Pol Airud, BPBD, Tagana, relawan Muhammadiyah, komunitas pecinta alam, serta warga sekitar.

“Sejak awal operasi ini dimulai, kami selalu dibantu oleh pihak-pihak tersebut. Atas kerja sama dan kerja kerasnya kami ucapkan terima kasih,” tuturnya.

Hingga hari kedelapan sejak banjir melanda Kecamatan Wera, masih ada empat korban yang belum ditemukan, yaitu Suryani bersama anaknya Haikal (3 tahun), mertuanya yang berusia 75 tahun, serta Irgi (8 bulan), anak dari almarhumah Juliani.

Sementara itu, empat korban lainnya telah ditemukan dan dimakamkan. Salah satu korban, Juliani (32), ditemukan di Perairan Long Beach, Pulau Padar, Kecamatan Komodo, NTT.

Korban lainnya adalah Aisah (5), anak dari Suryani yang masih hilang, serta Hermawati (40) dari Desa Wora dan Burhan (50) dari Desa Nunggi, yang menjadi korban longsor akibat banjir bandang.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here