Operasi Turki di Afrin Hambat Tujuan AS Berantas ISIS

Ilustraso Serangan Turki di Afrin targetkan teroris Kurdi dan ISIS/ Anadolu

WASHINGTON – Kementerian Pertahanan Amerika  mengakui bahwa serangan Turki terhadap militan di Afrin Suriah berdampak pada tujuan AS dalam perang melawan ISIS.

Amerika dan Turki, meskipun sama-sama anggota pakta pertahanan NATO, memiliki kepentingan berbeda dalam perang saudara Suriah, dimana Washington terfokus pada upaya mengalahkan ISIS, sementara Turki ingin mencegah warga Kurdi Suriah memperoleh otonomi dan mengobarkan pemberontakan Kurdi di Turki.

Amerika menganggap militan kurdi mampu mengahalangi merajalelanya militan ISIS yang dianggap AS sebagai teroris.

Turki melancarkan serangan di Afrin bulan Januari untuk menghancurkan milisi Kurdi YPG, yang dianggapnya sebagai kelompok teroris yang terkait dengan pemberontakan Kurdi di Turki.

Dilansir VOA, Selasa (6/3/2018), juru bicara Pentagon Kolonel Robert Manning mengatakan jeda operasi itu berarti sebagian operasi darat oleh Pasukan Demokratik Suriah, SDF, kelompok payung yang didukung Amerika yang didominasi YPG, telah ditangguhkan.

Menurut Manning, serangan udara koalisi melawan ISIS yang dipimpin Amerika tidak terimbas dan SDF tetap menguasai wilayah yang telah direbut kembali dari ISIS

Advertisement