Orang Tua Wajib Tahu! Ini 6 Makanan Penunjang Kecerdasan Otak Anak

Ilustrasi makanan sehat. (Foto: Shutterstock)

ZNEWS.ID JAKARTA – Pemenuhan nutrisi yang tepat berperan besar dalam mendukung pertumbuhan sekaligus perkembangan otak anak. Hal ini ditegaskan oleh dokter spesialis anak dari Fortis Hospital India, Kushagra Gupta, sebagaimana dikutip dari Hindustan Times.

Ia menyebutkan, ada sejumlah makanan yang terbukti bermanfaat bagi fungsi otak anak.

1. Ikan Berlemak

Salmon, makarel, dan sarden merupakan sumber asam lemak omega-3 yang sangat baik untuk kesehatan otak. Kandungan lemak sehat ini mendukung daya ingat, mengurangi gejala ADHD, serta memperkuat jaringan saraf.

Jika salmon sulit diperoleh, ikan lokal berlemak bisa menjadi pilihan. Disarankan konsumsi dua hingga tiga kali seminggu.

2. Telur

Telur kaya akan kolin, zat penting untuk pembentukan neurotransmiter otak. Konsumsi satu hingga dua butir per hari dipercaya dapat membantu meningkatkan fokus dan konsentrasi anak.

3. Buah Beri

Blueberry, blackberry, dan jenis beri lainnya mengandung antioksidan tinggi yang berperan dalam memperbaiki komunikasi antar sel otak serta meningkatkan daya ingat jangka pendek. Anak dapat diberikan setengah cangkir buah beri setiap hari, baik sebagai camilan maupun campuran jus.

4. Sayuran Hijau

Bayam, sawi, dan sayuran berdaun hijau lainnya mengandung folat, vitamin K, serta zat besi yang berfungsi menjaga konsentrasi sekaligus mencegah penurunan kemampuan kognitif.

5. Kacang-kacangan dan Biji-bijian

Almond, kenari, serta biji labu kaya vitamin E dan lemak sehat yang penting untuk melindungi sel-sel otak. Porsi yang dianjurkan adalah sekitar satu ons per hari, dengan catatan anak tidak memiliki alergi.

6. Biji-bijian Utuh

Quinoa, beras merah, dan gandum merupakan sumber karbohidrat kompleks serta vitamin B yang membantu anak tetap fokus saat belajar di sekolah.

Selain memberi asupan bernutrisi, Gupta juga mengingatkan agar orang tua membatasi konsumsi makanan olahan, minuman bersoda, permen, maupun produk tinggi gula.

Jenis makanan tersebut hanya memberikan energi singkat yang cepat turun, sehingga bisa memengaruhi konsentrasi serta emosi anak.

“Pilihlah sumber makanan alami yang memberi energi lebih stabil dan tahan lama,” tuturnya.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here