Pabrik Semen Ancam Petani, 9 Wanita Pasung Kaki

KBK

JAKARTA (KBK)– Setidaknya ratusan petani di Kabupaten Rembang dan Blora, Jawa Tengah Khawatir hadirnya Pabrik Semen di Gunung Kendeng mengancam lahan pertanian mereka. Ngadiyah (36 tahun) dan delapan wanita petanu lainnya datang ke Jakarta untuk melakukan aksi semen kaki.

Aksi tersebut merupakan simbol terbelenggunya petani akan kehadiran pabrik semen di lingkungan mereka. Selain itu kesehatan warga terganggu serta kerukunan warga juga menjadi terpecah belah akibat hadirnya pabrik semen tersebut.

“Warga terpecah belah, ada yang mendukung dan ada juga yang menolak,” ujar Ngadiyah di Depan Monumen Nasional Jakarta, Rabu (13/4/2016).

“Saat ini keadaan masih sehat, namun tidur tidak nyaman. Ke kamar mandi juga sulit,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan perwakilan TIM Kepresidenan sudah memdatangi para demonstran. Namun masih berjanji, lanjutnya, masih belum ada kepastian kapan persoalan ini dituntaskan.

Dikatakannya, pasungan semen yang membelenggu kakinya serta delapan rekannya baru akan dilepas jika Presiden Jokowi datang dan merespon aksi yang mereka gelar sejak Senin (11/4).

“Maka hari ini kami tetap menagih kepastian dari presiden Jokowi,” pungkasnya.

Dalam aksinya sembilan orang yang di pasung kakinya tersebut menuntut agar presiden menghentikan seluruh pengrusakan sumber-sumber kehidupan masyarakat, menolak pabrik semen di pegunungan Kendeng, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk segera bergerak bersama menyelamatkan Indonesia dari segala bentuk pengrusakan

Advertisement