JAKARTA – Pak Soleh, salah satu penerima manfaat paket sembako Dompet Dhuafa mengaku senang menerima bantuan disaat situasi keuangannya sulit akibat pandemi corona.
“Sehari-hari, saya bekerja sebagai penjual siomay keliling di daerah Ciracas, Jakarta Timur. Dagangan yang saya jajakan ini terbilang cukup ramai pembeli, terlebih jika saya berjualan di sekolah-sekolah. Saya begitu bersyukur, karena dengan pekerjaan inilah saya dapat menghidupi anak dan istri saya di Majalengka, Jawa Barat,” tuturnya.
ã…¤
Namun, sejak corona mewabah, pemasukannya menurun secara drastis.
“Biasanya, saya mendapatkan sekitar 200 ribu rupiah setiap harinya, tetapi kini bahkan tak lebih dari setengahnya. Hal ini terjadi sejak PSBB diberlakukan, sebab sekolah-sekolah diliburkan dan banyak orang yang lebih memilih untuk tetap berada di rumah.”
ã…¤
Menurutnya, dampak dari wabah ini begitu terasa, terkhusus bagi pedagang kecil seperti dirinya. “Meski demikian, saya tidak menyerah. Di rumah sederhana ini, saya tetap berusaha memproduksi siomay walau tak sebanyak biasanya,” ujarnya, dikutip dari laman instagram dompet dhuafa.
ã…¤
Saat tim mengunjungi kediamannya untuk menyalurkan paket sembako, beliau tampak begitu senang dan bersyukur. Beliau mengatakan bahwa beliau tak menyangka akan mendapatkan bantuan. Beliau pun mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para donatur yang telah peduli dengan pedagang kecil seperti beliau.
ã…¤





