JAKARTA – Pakar kesehatan Prof. Tjandra Yoga Aditama mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan selama pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. Ia menegaskan bahwa siswa harus mencuci tangan sebelum makan untuk mencegah penyebaran kuman melalui makanan.
“Untuk pelaksanaan MBG hari ini, anak-anak cuci tangan sebelum makan dan juga jaga agar limbah makanan jangan berserakan di sekolah,” kata Direktur Penyakit Menular WHO Kantor Regional Asia Tenggara 2018-2020 itu, dilansir dari Antara.
Ia juga menyoroti perlunya kebersihan di semua tahap pelaksanaan program, mulai dari pengolahan bahan baku, proses memasak, distribusi, hingga penyimpanan makanan matang.
“Sekolah, kan, belum ada pengalaman di mana seluruh muridnya makan sama-sama di sekolah pada saat yang sama, jadi ini perlu pengaturan yang baik pula,” ujar dia.
Tjandra menambahkan bahwa menu makanan yang disajikan harus memenuhi prinsip gizi seimbang sesuai panduan “Isi Piringku” dari Kementerian Kesehatan.
Panduan ini merekomendasikan bahwa dalam satu piring makan, setengahnya diisi dengan sayuran dan buah, sementara setengah lainnya terdiri dari makanan pokok dan lauk pauk.
Program MBG yang resmi dimulai hari ini, termasuk di DKI Jakarta, diharapkan dapat memberikan banyak manfaat. Menurut Tjandra, sedikitnya ada sepuluh dampak positif dari program makan di sekolah, antara lain peningkatan gizi, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Program ini juga dapat menjadi insentif bagi orang tua untuk menyekolahkan anak-anak mereka.
“Dengan adanya makan di sekolah maka pada keadaan tertentu akan mencegah perkawinan di bawah umur, karena dengan adanya makan di sekolah maka anak-anak perempuan jadi lebih cenderung masuk sekolah,” tuturnya.
Selain itu, program ini dapat mendukung sistem ekonomi lokal apabila sumber bahan makanan diperoleh dari komunitas sekitar.
Di Jakarta, empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah siap mendistribusikan makanan bergizi, yakni SPPG Halim, SPPG Susukan Ciracas, SPPG Palmerah, dan SPPG Pulogebang Cakung.
Selain itu, 13 SPPG lainnya akan mulai beroperasi secara bertahap sepanjang Januari, termasuk di Warakas, Kemang, Buaran, dan beberapa lokasi lain seperti Cipayung, Tebet, dan Kelapa Gading.
Dengan sinergi antara program MBG dan komunitas lokal, diharapkan program ini dapat membawa perubahan positif dalam kesehatan, pendidikan, dan ekonomi masyarakat.





