
JAKARTA, KBKNews.id – Pemerintah Pakistan menegaskan bahwa mereka bukan pihak yang memulai peningkatan ketegangan dengan India. Namun, mereka memperingatkan akan memberikan respons yang sangat keras jika India melakukan tindakan eskalatif.
Dalam konferensi pers di Islamabad, Rabu (30/4/2025), Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, menyampaikan bahwa militer negaranya berada dalam kondisi siaga penuh menyusul serangan pada 22 April di wilayah Kashmir yang dikuasai India, yang menewaskan 26 orang.
“Beberapa pemimpin dunia dalam beberapa hari terakhir telah menyerukan agar semua pihak menahan diri. Saya ingin menegaskan dengan jelas, atas nama pemerintah dan rakyat Pakistan, bahwa kami tidak akan menjadi pihak pertama yang meningkatkan ketegangan,” ujarnya.
“Namun, bila India mengambil langkah eskalatif, kami akan memberikan respons yang tegas dan keras,” lanjut Dar, dilansir dari Anadolu.
Dar juga menyatakan bahwa Pakistan sama sekali tidak terlibat dalam serangan di Pahalgam.
“Pakistan tidak ada kaitannya… dan kami bukan pihak yang diuntungkan dari insiden itu,” katanya.
Ia juga mengecam keputusan India yang secara sepihak menangguhkan Perjanjian Air Indus yang dimediasi Bank Dunia. Menurut Dar, setiap upaya untuk mengalihkan atau menghentikan aliran air ke Pakistan akan dianggap sebagai “tindakan perang.”
Ia menuduh pemerintah India memanfaatkan serangan tersebut untuk menekan perjuangan kemerdekaan rakyat Kashmir serta menyebarkan sentimen Islamofobia terhadap warga muslim Kashmir.
Ketegangan antara kedua negara semakin meningkat akibat serangan Pahalgam, memperburuk hubungan yang sudah lama memanas karena sengketa wilayah di Himalaya.



