YERUSALEM – Menteri luar negeri Palestina Riyad al-MalkiĀ menuduh AS mengancam negara anggota Majelis Umum PBB sebelum pemilihan tersebut.
Malki mengatakan bahwa pejabat Amerika melakukan kesalahan lain saat mereka membagikan surat kabar terkenal ini yang mencoba mengancam negara-negara, dan mengancam keputusan berdaulat mereka untuk memilih keputusan di Majelis Umum PBB.
“Ini benar-benar definisi baru tatanan dunia dalam politik dan tampaknya pemerintah Amerika, memberi cap pada realitas politik baru yang akan ditolak banyak negara,” kata Malki.
MUĀ PBB akan menunjukkan berapa banyak negara yang memilih untuk memilih dengan hati nurani mereka terkait penolakan terhadapm keputusan Trum[ mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel.
Trump menyatakan pada 6 Desember Yerusalem untuk menjadi ibu kota Israel dan mengumumkan niat untuk memindahkan kedutaannya ke kota. Langkah kontroversial tersebut mendorong demonstrasi dan penghukuman berskala besar dari para pemimpin di seluruh dunia.
AS memveto pada hari Selasa sebuah resolusi Dewan Keamanan PBB yang disponsori Mesir yang meminta negara-negara untuk tidak mendirikan misi diplomatik di Yerusalem.
AS kalah jumlah 14 banding 1 saat memveto resolusi itu. Mike Hanna dari Al Jazeera, yang melaporkan dari markas besar PBB di New York, mengatakan duta besar Swedia untuk PBB telah memberi isyarat bahwa negara tersebut akan memilih untuk memilih resolusi tersebut.
“Apa yang akan kita lihat di Majelis Umum pada hari Kamis, mengenai pemungutan suara tersebut, kemungkinan akan menjadi penghukumanbukan hanya upaya untuk mengubah status Yerusalem, tetapi juga dengan sebuah jajak pendapat mengenai Presiden Trump kebijakan isolasionis, “katanya.




