Pangeran Salman Terlibat Pembunuhan Khashoggi?

Dinas Rahasia AS (CIA) menduga Putera Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman (kiri) telah menginstruksikan pembunuhan terhadap wartawan senior Jamal Khashoggi

BADAN Intelijen Amerika Serikat (CIA), berdasarkan informasi dari sumber yang dekat dengan kasus pembunuhan wartawan senior the Washington Post Jamal Khashoggi menyimpulkan, Putera Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) berada di balik peristiwa itu.

Khashoggi (59), warganegara Saudi yang bermukim di AS karena berseberangan dengan kalangan istana, raib saat mengurus keterangan nikah di gedung Konsulat Saudi di Istanbul (2/10). Calon isterinya, perempuan Turki, Hatice Chengiz yang menunggu di luar, sejak itu tidak pernah lagi bertemu dengan kekasihnya.

Dari barang bukti, a.l. smartphone Apple korban yang dititipkan pada pacarnya sebelum ia memasuki gedung konsulat, DNA yang diperoleh tim investigasi Turki, wartawan yang tulisannya sangat tajam terhadap kalangan istana itu diduga dimutilasi dan jasadnya dilarutkan dengan cairan kimia, kemudian dibuang di kawasan hutan di sekitar Istanbul.

HP pintar korban tersebut merekam sebagian tentang apa yang terjadi pada diri Khashoggi, sedangkan hal yang mencurigakan lainnya, pihak konsulat mematikan seluruh CCTV pada jam-jam saat dugaan eksekusi terjadi.

Penyisiran oleh tim penyelidik Turki belum berhasil menemukan jasad atau potong-potongan jasad Khashoggi yang kemungkinan dibuang oleh tim lokal yang ditugasi oleh pihak Konsulat Saudi di Istanbul.

Semula, pemerintah Saudi menampik tudingan bahwa Khashoggi telah tewas dan bersikukuh ia telah meninggalkan gedung konsulat, namun rekaman CCTV memperkuat dugaan keterlibatan pemerintah Saudi, termasuk dari adanya belasan petugas (kemungkinan algojo) yang didatangkan dari Riyadh kemudian balik pada hari yang sama saat kejadian itu.

Pemerintah Saudi yang terpojok, semula mengaku Khashoggi tewas akibat perkelahian di dalam gedung konsulat, namun kemudian mengaku, korban dibantai oleh tim beranggotakan belasan orang yang sebagian dari mereka sudah dipecat.

Berdasarkan Perintah MBS
CIA bahkan menduga MBS lah yang memerintahkan pembunuhan terhadap Khashoggi dan dinas rahasia AS itu juga telah memberikan penjelasan pada Kongres AS tentang penilaiannya yang bertolak belakang dengan pernyataan pemerintah Saudi yang menyebutkan putera mahkota tidak terlibat.

Bukti lainnya, berdasarkan laporan intelijen, CIA memperoleh rekaman percakapan Dubes Saudi di Washington, Khalid bin Salman yang juga saudara lelaki MBS dengan Khashoggi. Khalid disebutkan mengatakan pada Khashoggi, dia akan aman-aman saja untuk menyambangi konsulat Saudi di Istanbul.

Namun sejauh ini Jubir Kedutaan Saudi di Washington ketika diwawancarai AFP, menegaskan bahwa Khalid tidak pernah berhubungan telpon dengan korban dan tidak pernah membahas apa pun dengan Khashoggi termasuk rencana kepergiannya ke Istanbul.

Titik terang semakin tampak untuk menyingkap tabir misteri pembunuhan tersebut.

“Sepandai-pandainya menyimpan bangkai, akhirnya (bakal) tercium juga” (AFP/Reuters/NS)

Advertisement