Papua Barat Waspada Gempa

Ilustrasi gempa/ Ist

PAPUA – Banyaknya  sesar atau lempeng di Papua Barat membuat warga disana harus waspada akan bencana gempa bumi yang mungkin terjadi kapan saja.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat, Derek Ampnir, mengatakan, “Beberapa pekan belakangan ini gempa cukup sering terjadi baik di Papua Barat maupun di luar wilayah Papua Barat. Kita punya cukup banyak sesar atau lempengan bumi yang cukup rentan dan kapan pun bisa bergeser dan mengakibatkan gempa bumi,” kata Derek di Manokwari, Senin (19/12/2016).

Ia menyebutkan bahwa gempa berkekuatan rendah cukup intensif terjadi di wilayah Papua Barat. Beberapa hari belakangan ini gempa terjadi di beberapa daerah seperti di Teluk Bintuni dan beberapa daerah lainya.

Menurutnya, gempa tersebut sebagai dampak atau efek dari gempa yang terjadi di Aceh yang memakan ratusan korban jiwa beberapa waktu lalu. Di Papua Barat terdapat sebanyak 150 sesar dan beberapa di antarnya cukup rawan seperti sesar Sorong dan Manokwari Selatan.

“Belum lama ini terjadi gempa berkekuatan 6,8 skala ricther (SR) di wilayah perairan pasifik. Puji Tuhan tidak menimbulkan tsunami di perairan Papua maupun Papua Barat,” katanya.

Pengalaman tahun sebelumnya, gempa Bumi Papua Barat sering terjadi pada setiap akhir dan awal tahun. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terutama yang bermukim di pesisir pantai, sebab sebagai besar sesar gempa di daerah tersebut berada di kedalaman laut.

Ampnir menjelaskan aktivitas lempengan bumi saat ini sudah bersifat dinamis karena pergerakan selalu terjadi setiap saat. Kondisi itu membuktikan bahwa gempa sudah menjadi ancaman alam yang harus diwaspadai semua pihak.

“Warga di pesisir pantai harus lebih responsif. Saat terjadi gempa lebih baik segera mencari tempat yang lebih aman. Waktu kita cuma 15 hingga 30 menit untuk menghindari dampak tsunami,” imbaunya, seperti dilansir Okezone.

Advertisement