Parlemen Myanmar Diteror Bom Parsel

ParlemenMyanmar
Anggota Parlemen Myanmar. Foto:AP

YANGON (KBK) – Myanmar parlemen House of Representative (Lower House) telah memperingatkan anggota Parlemen agar berhati-hati dengan bom parsel.

Peringatan itu dikeluarkan setelah terjadi pembunuhan terhadap seorang penasehat hukum terkemuka dari partai yang berkuasa, U Ko Ni, di Bandara Internasional Yangon, Jumat baru-baru ini.

Peringatan itu dipasang di dinding bangunan parlemen, ungkap Direktur Informasi dan Humas DPR, U Ko Ko Naing.

U Ko Ko Naing menekankan, langkah-langkah lebih memperketat untuk keamanan para anggota parlemen dilakukan setelah insiden tersebut.

U Ko Ni, penasihat hukum dari Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), ditembak mati di Bandara internasional Yangon pada 29 Januari sore setibanya kembali dari Indonesia.

U Ko Ni ditembak di kepala dengan jarak dekat di taksi bandara dekat terminal-1, kedatangan.

Penembak juga membunuh seorang sopir taksi yang telah mencoba untuk menangkapnya sebelum ia ditangkap oleh polisi.

Pemerintah terus melakukan penyelidikan atas insiden tersebut untuk mengetahui siapa dari mereka yang berada dibalik insiden itu dan langkah peningkatan keamanan.

Kepolisian Myanmar telah meminta masyarakat untuk memberikan informasi tentang siapa saja yang terlibat dalam penembakan fatal terhadap U Ko Ni itu.

Kepolisian mengklaim bahwa mereka telah menangkap pria bersenjata, U Kyi Lin, 52, dan telah diproses sesuai dengan hukum.

Tersangka sudah diinterogasi. Kantor Presiden mengatakan, interogasi awal menunjukkan ada niat untuk mengacaukan negara.

Seperti dilaporkan Xinhua, Presiden meminta masyarakat untuk tidak dilanda panik dan tetap tenang dan damai untuk berhati-hati dari hasutan agama dan ras.

Advertisement