spot_img

Pasien dan Keluarga Kecewa tak Dapat Gunakan Hak Pilih di TPS RSCM

JAKARTA –  Beberapa pasien dan keluarga merasa kecewa karena tidak dapat menggunakan hak pilih dalam Pilkada DKI putaran kedua di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 15 Kelurahan Kenari di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Salah satunya adalah seorang pasien dengan penanganan kemoterapi dari Duren Sawit yang enggan menyebutkan namanya.

Panitia tak mengizinkan dia memilih karena tidak membawa surat A5, surat keterangan pindah untuk memilih yang diurus di kelurahan domisili. Ia sudah  memohon agar tetap bisa memilih, namun tetap tak diizinkan. Alhasil, dia kembali ke kamar inap, kecewa.

Dia menilai, aturan KPU tidak akomodatif bagi dirinya yang baru masuk RSCM kemarin sore dan tidak sempat mengurus surat A5. “Jalan buntu, aturannya tidak akomodatif, tidak bisa menampung. Saya baru masuk kemarin,” katanya, dikutip CNN Indonesia.

Ia tak sendirian sebab sebelumnya ada dua keluarga pasien yang tak bisa memilih karena tak memiliki surat A5. “Saya sudah ikhlaskan bapak saya yang sedang sakit enggak bisa memilih, tapi saya ini bagaimana,” kata seorang keluarga pasien kepada penitia pemungutan suara.

Sementara itu, panitia mengaku tak bisa melanggar ketentuan jika pemilih tak memiliki surat A5. Hal ini diakui Komisioner KPU Arief Budiman yang melakukan peninjauan ke RSCM.

Menurut Arief, surat A5 merupakan kewajiban yang mesti ditaati pemilih karena diatur regulasi, kalau bertindak di luar regulasi nanti malah jadi masalah hukum.

Arief menjelaskan, jika tidak memiliki surat A5 maka akan terjadi pencatatan ganda. Surat A5 berfungsi untuk menghapus nama pemilih di TPS asal dan dipindah ke TPS lain.

“Kami bukan tidak mau melayani, tapi harus sesuai prosedur. Dengan syarat mekanisme harus terpenuhi,” ujar Arief.

spot_img

Related Articles

spot_img

Latest Articles