BIMA – Kondisi belum stabil pasca banjir besar yang melanda Bima, sehingga pasokan air bersih terus dikirimkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Layanan air bersih dikirimkan ke lokasi terdampak bencana banjir Bima, Nusa Tenggara Barat. Selasa (27/12/2016) kemarin, pemerintah menyalurkan kebutuhan air bersih ke tujuh kelurahan, yaitu Kelurahan Paruga, Dara, Tanjung, Kumbe, Melayu, Lewirato, dan Sare.
“Kami kirim lagi enam unit mobil tangki air dengan masing masing 8 ritase,” kata Kepala Satuan kerja Tanggap Darurat Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Abdul Hakam.
Keenam unit tangki itu berasal dari PDAM sebanyak dua unit, Pemerintah Kota Bima satu unit, Palang Merah Indonesia dua unit, Badan Penanggulangan Bencana Daerah satu unit. Sebelumnya lima hidran umum yang masing-masing memiiki kapasitas 2000 liter telah didistribusikan ke Kelurahan Paruga, Dara, Tanjung, Kumbe, dan Raba.
Sementar itu Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Endra S. Atmawidjaja mengatakan saat ini pemerintah memang fokus menyalurkan air, listrik dan mempermudah akses jalan menuju kawasan bencana.
Pipa air utama di daerah itu rusak. Daya listrik pun susah dijalankan, padahal untuk memperbaiki perlatan, membutuhkan alat berat yang menggunakan daya tinggi. “Fokus utama air bersih agar pengungsi tidak terserang penyakit,” katanya, seperti dilansir Tempo.co.
Saat ini pengungsi sudah mulai kembali ke rumah masing- masing, namun perkantoran dan sekolah masih diliburkan. Aktivitas pasar belum pulih. Beberapa fasilitas kesehatan yang rusak adalah 4 puskesmas, 29 polindes, dan 1 kantor Labkesda. Tidak ada korban meninggal dalam bencana itu.





