JAKARTA – Pasangan suami istri Ismail (55) dan Ani (54) mendatangi booth Dompet Dhuafa usai menempuh jarak lari sejauh 5 kilo meter dalam ajang Electric Jakarta Marathon 2019 di Jakarta, Minggu (27/10/2019).
Mereka mendatangi booth yang menggemakan shoecial movement atau donasi untuk sepatu dan peralatan sekolah yang akan disalurkan kepada anak-anak di daerah perdalaman.
Ismail mengatakan, anak-anak sekolah yang ada di daerah-daerah pelosok dan juga daerah bencana, tentu sangat membutuhkan uluran tangan berupa sepatu dan peralatan tulis. Menurutnya, pendidikan adalah nomor satu bagi anak-anak usia sekolah.
Istrinya, Ani, menambahkan bahwa mereka sangat ingin berkontribusi banyak bagi pendidikan anak-anak di pelosok-pelosok.
“Usia seperti kami ini sudah susah untuk berkontribusi banyak terhadap pendidikan anak di pelosok. Yang kami lakukan adalah mempercayakan tugas dan amanah ini kepada pemuda-pemuda yang ada di Dompet Dhuafa. Saya pribadi percaya betul dengan program-program Dompet Dhuafa. Termasuk Shoecial Movement,” ungkapnya.
Selain itu, Ismail dan Ani berharap masyarakat lainnya juga turut serta mewujudkan program Shoecial Movement. Termasuk para pelari, baik pelari marathon, pelari cepat, atau pelari lainnya.
“Masak iya kita di sini asik-asikan marathon, gengsi-gengsian sepatu, sedangkan anak-anak di pelosok sana untuk berangkat sekolah saja kadang harus gantian sama kakaknya. Kadang malah ada yang ngga pake sepatu. Kalo di sini kan enak semuanya aspal, ubin, marmer. Kalau di sana kan cabang-cabang pohon, batu-batuan, duri-duri tumbuhan masih berserakan dimana-mana. Fasilitas juga minim,” tutup Ismail.
Sementara Akbar Saddam dari dompet dhuafa menjelaskan pihaknya mengajak seluruh lapisan masyarakat turut serta mengatasi salah satu dari berbagai masalah kemiskinan dan pendidikan anak melalui program Shoecial Movement dengan berdonasi sepatu dan alat tulis untuk mereka.
“Selain itu Dompet Dhuafa memberikan opsi lain berupa donasi uang tunai sejumlah Rp. 200 ribu, untuk dikonversikan menjadi sepatu dan alat tulis,” jelasnya, dilaporkan Muthohar.
Untuk target lokasi, Akbar menyebutkan ada beberapa daerah yang menjadi fokus saat ini. Daerah-daerah tersebut di antaranya Riau, Banten, Kalimatan Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan dan Jawa Barat.




