GAZA (KBK) – Para Pemimpin Politik dan Militer Hamas di Gaza memperingatkan Israel, Kamis (28/4/2016) agar menghentikan blokade yang telah diberlakukan di Jalur Gaza sejak 2007.
Seorang juru bicara bertopeng untuk sayap militer Hamas, Brigade al-Qassam mengatakan, pawai di Gaza mereka lakukan untuk mendukung gelombang ketegangan yang terjadi di Tepi Barat, intifadah 3.
“Ini adalah peringatan terakhir dan tidak ada yang akan mencegah kita dari mengambil keputusan mengangkat senjata dan keluar dari blokade Gaza atau akan terjadi ledakan besar,” kata juru Hamas.
Sementara itu, Ismail Haneya, wakil kepala Hamas, mengatakan sabar ada batasnya.
“Tidak mungkin untuk melihat blokade berlangsung tanpa batas waktu dan tidak mungkin untuk menjaga dua juta warga Palestina di penjara besar. Udara, darat dan laut Gaza ditutup, kami memiliki hak untuk memiliki pelabuhan dan bandara,” kata Haneya.
Dia melanjutkan, warga Palestina di Jalur Gaza memiliki hak untuk bergerak bebas.
“Jika pelabuhan dan bandara yang dibangun di Gaza, bukan berarti Gaza akan berubah menjadi negara terpisah dari Palestina, ” tambahnya.
“Gaza adalah bagian dari Palestina, dan memiliki pelabuhan di Jalur Gaza adalah hak hukum dan menjadi aset Palestina,” kata Haneya.
Pada musim panas tahun 2007, Israel memberlakukan blokade ketat atas Jalur Gaza dan menganggapnya daerah kantong entitas musuh, gerakan Hamas dan milisi yang menguasai wilayah itu.
Seperti disitat dari Xinhua, sejak itu, Israel melancarkan tiga serangan militer besar-besaran ke Jalur Gaza menewaskan ratusan orang tewas, serta menyebabkan kerusakan besar dalam infrastruktur di industri, ekonomi dan pertanian.





