DAAMSKUS – PBB mengatakan sekitar 130.000 orang meninggalkan sebuah daerah pinggiran Damaskus selama serangan rezim Suriah dalam waktu berminggu-minggu.
Juru bicara Stephane Dujarric mengatakan pada Senin (2/4/2018) jika PBB dan mitra-mitranya bekerja untuk meringankan krisis kemanusiaan yang disebabkan oleh serangan terhadap Ghouta Timur, tetapi mengatakan “kebutuhan tetap sangat besar”.
“PBB terus menyerukan akses yang aman, tanpa gangguan dan berkelanjutan untuk semua yang membutuhkan, dan setiap evakuasi warga sipil harus aman, sukarela, dan ke tempat yang mereka pilih,” katanya dilansir Anadolu. “Sangat penting bahwa warga sipil memiliki hak untuk kembali segera setelah situasi memungkinkan.”
Pada 24 Februari, Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat mengadopsi Resolusi 2401 yang menyerukan gencatan senjata di Suriah terutama di Ghouta Timur untuk memungkinkan pengiriman bantuan kemanusiaan.
Sejak 19 Februari, lebih dari 1.400 korban telah tewas dalam serangan oleh rezim dan sekutu-sekutunya di Ghouta Timur, menurut sumber-sumber pertahanan sipil setempat. Rumah bagi sekitar 400.000 penduduk, distrik ini tetap dalam pengepungan rezim yang melumpuhkan selama lima tahun terakhir yang telah mencegah pengiriman pasokan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan.
Sejak 19 Februari, lebih dari 1.400 korban telah tewas dalam serangan oleh rezim dan sekutu-sekutunya di Ghouta Timur, menurut sumber-sumber pertahanan sipil setempat. Rumah bagi sekitar 400.000 penduduk, distrik ini tetap dalam pengepungan rezim yang melumpuhkan selama lima tahun terakhir yang telah mencegah pengiriman pasokan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan.





