PBB Ajukan Gencatan Senjata, Pasukan Suriah Masih Gempur Ghouta Timur

Serangan di Ghouta sudah empat hari tewaskan 228 warga sipil/ AFP

SURIAH – Beberapa saksi mata mengatakan pasukan pemerintah Suriah telah meluncurkan serangan darat dan udara di Ghouta Timur, beberapa jam setelah Dewan Keamanan PBB memilih dengan suara bulat untuk sebuah resolusi yang menyerukan gencatan senjata 30 hari di Suriah.

Pasukan Bashar al-Assad mulai memerangi kelompok oposisi dari berbagai medan di daerah kantong pemberontak di dekat Damaskus pada hari Minggu pagi, sementara pesawat tempur Suriah terus mengepung daerah yang dikepung tersebut untuk hari kedelapan berturut-turut.

Pejuang oposisi mengatakan bahwa mereka akan menjunjung tinggi gencatan senjata PBB, namun akan menanggapi setiap agresi karena mereka berhak membela diri.

Tujuan gencatan senjata adalah untuk mengevakuasi penduduk pinggiran kota Damaskus, yang dikepung, dan untuk memungkinkan aliran bantuan pangan dan obat-obatan.

Pekan lalu, serangan udara mematikan dan tembakan artileri yang diluncurkan oleh pasukan Suriah yang didukung Rusia memperburuk krisis kemanusiaan yang mengerikan di daerah kantong yang terkepung itu, yang menampung sekitar 400.000 orang.

Menurut Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia (SOHR) untuk Suriah, lebih dari 500 warga sipil terbunuh akibat kampanye pengeboman udara yang dimulai pada 18 Februari.

“Perlu dicatat bahwa sebelum serangan darat dimulai, terjadi pemboman tanpa henti di banyak tempat di Ghouta Timur, di mana garis pertahanan pemberontak itu,” kata Bin Javaid.

Ghouta Timur adalah wilayah pemberontak terakhir yang tersisa di sebelah timur Damaskus dan dikepung oleh pasukan Assad sejak 2013, dalam upaya untuk mengusir pasukan pemberontak.

Menurut Bin Javaid, pasukan pemerintah telah “secara khusus menargetkan terowongan bawah tanah dan tempat persembunyian”.

“Tampaknya pemerintah sekarang bersikeras untuk memasuki Ghouta Timur.”

Sementara itu, kepala angkatan bersenjata Iran Mohammed Baqri, mengatakan pada hari Minggu bahwa Suriah akan menghormati seruan PBB untuk melakukan gencatan senjata, namun akan melanjutkan serangan terhadap apa yang dia sebut “teroris” dan di wilayah yang dikuasai oleh Hay’et Tahrir al-Sham.

“Gencatan senjata resolusi PBB di Suriah tidak mencakup Ghouta Timur; operasi pengungsian berlanjut di pinggiran kota,” Tasnim mengutip Baqri di Twitter, dipantau Aljazeera.

Suriah dan sekutu-sekutunya, Rusia dan Iran, juga berperang melawan kelompok oposisi di provinsi Idlib – salah satu dari wilayah pemberontak terakhir yang tersisa di Suriah.

Baik Ghouta Timur dan Idlib dimaksudkan untuk menjadi dua dari beberapa “zona de-eskalasi” yang disepakati setahun yang lalu oleh Rusia, Iran – kedua sekutu pemerintah – dan Turki – pendukung oposisi bersenjata.

Advertisement