PBB Kecewa Blokade Saudi di Yaman Belum Dibuka

Ilustrasi pasukan keamanan Saudi berjaga di perbatasan pelabuhan Yaman/ Reuters

JENEWA – Kepala tiga agen PBB mendesak koalisi militer yang dipimpin oleh Arab SaudiĀ  untuk mencabut blokade Yaman, yang memperingatkan bahwa “ribuan yang tak terhitung jumlahnya” akan mati jika tetap berada di tempat.

Koalisi tersebut menutup semua akses udara, darat dan laut ke Yaman pada 6 November menyusul penangkapan sebuah rudal yang ditembakkan ke ibukota Saudi, dengan mengatakan bahwa pihaknya harus membendung arus senjata dari Iran ke lawan-lawan Houthi dalam perang di Yaman.

Kepala Program Pangan Dunia, UNICEF dan Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama, Yaman sudah memiliki 7 juta orang di ambang kelaparan, namun tanpa membuka kembali semua pelabuhan yang jumlahnya bisa tumbuh sebesar 3,2 juta,

“Biaya blokade ini diukur dalam jumlah korban yang hilang,” kata pernyataan David Beasley, Anthony Lake dan Tedros Adhanom Ghebreyesus.

“Bersama-sama, kami mengeluarkan seruan mendesak lain untuk koalisi untuk mengizinkan masuknya persediaan untuk menyelamatkan manusia ke Yaman sebagai respons terhadap krisis kemanusiaan terburuk di dunia saat ini.” tegas mereka.

Sekretaris Jenderal U.N Antonio Guterres menulis surat kepada Duta Besar Arab Saudi Abdallah Al-Mouallimi untuk memperingatkannya bahwa blokade tersebut “telah membalikkan dampak dari upaya kemanusiaan,” seperti disebutĀ  juru bicara PBBStephane Dujarric,Ā  pada hari Kamis (16/11/2017).

“Sekretaris Jenderal sangat kecewa karena kita tidak melihat pencabutan blokade. Sekretaris Jenderal dan tim kemanusiaannya merasa sedih pada pemandangan yang kita lihat dari Yaman, “kata Dujarric kepada wartawan.

Advertisement