PBB Kecewa Gencatan Senjata di Ghouta Diabaikan

Ilustrasi Serangan udara di Ghouta/ AFP

NEW YORK  – Sekjen PBB mendesak anggota Dewan Keamanan untuk mengakhiri penderitaan warga di Ghouta Timur yang dikepung, karena AS mengancam untuk bertindak jika  gencatan senjata terus diabaikan oleh pasukan Suriah dan Rusia.

Ucapan Antonio Guterres pada hari Senin (12/3/2018) datang saat pasukan pemerintah melanjutkan di minggu ketiga untuk melancarkan serangan udara dan melakukan serangan darat ke pinggiran kota Damaskus yang berada di bawah kendali pemberontak sejak pertengahan 2013.

Beberapa upaya untuk menghentikan operasi mematikan tersebut telah terbukti sia-sia, dengan sebuah monitor perang yang melaporkan lebih dari 1.022 warga sipil terbunuh dalam serangan pemerintah Suriah yang didukung Rusia selama tiga minggu terakhir.

“Saya sangat kecewa dengan semua orang … yang membiarkan ini terjadi,” kata Guterres dalam pidatonya di kantor pusat PBB di New York.

“Seharusnya hanya ada satu agenda untuk kita semua: untuk mengakhiri penderitaan rakyat Suriah dan menemukan solusi politik untuk konflik tersebut.”

“Terutama di Ghouta Timur, serangan udara, penembakan, serangan darat meningkat setelah diadopsi resolusi,” katanya, merujuk pada resolusi DK PBB 2401, yang disahkan pada 24 Februari.

Resolusi 2401 menyerukan gencatan senjata segera, evakuasi warga sipil, dan penyerahan pasokan bantuan.

Guterres juga mengungkapkan kekecewaannya atas pencegahan makanan dan bantuan medis yang sangat dibutuhkan agar tidak dikirim ke sekitar 400.000 penduduk yang terjebak di dalam kantong tersebut.

Advertisement