SANAA—Koordinator Bantuan Kemanusiaan Darurat PBB menyerukan kepada semua pihak yang bertikai di Yaman untuk membuka akses bantuan kemanusiaan di Yaman. Mereka juga diminta menjunjung tinggi tanggung jawab mereka untuk melindungi warga sipil dalam konflik Yaman.
Hingga kini, konflik bersenjata di Yaman telah menyebabkan 3 juta orang mengungsi dan menewaskan ribuan warga sipil. Konflik ini uga menghancurkan infrastruktur sipil, dan mata pencaharian warganya. “Di Yaman, 4 dari 5 orang membutuhkan bantuan kemanusiaan. Saya sangat prihatin dengan sistem perawatan kesehatan karena sebagian besar fasilitas kesehatan di 16 gubernuran tidak berfungsi,” ujar Stephen O’Brien dalam siaran pers-nya, Rabu (5/10/2016).
O’Brien telah menyelesaikan misi kunjungannya ke Yaman selama tiga hari. Dalam laporannya, situasi krisis di Yaman sangat mengkhawatirkan. “Kunjungan saya ke rumah sakit Al Hudaydah sungguh membuat hati miris,” tambahnya. Ia menceritakan, ibu-ibu membawa anak –anak mereka yang kurang gizi untuk pengobatan, tapi ada tidak cukup obat-obatan yang tersedia.
Ia menjelaskan, jumlah makanan, obat-obatan dan bahan bakar di negara tersebut jauh di bawah kebutuhan. Sepanjang tahun ini, pekerja kemanusiaan yang diterjunkan ke Yaman telah membantu 4 juta warga yang terdampak perang. Namun, jika dilihat dari target realisasi bantuan, baru 46 persen proyek bantuan yang berhasil didanai.




