PBB Minta Israel dan Lebanon Tahan Diri Pasca Serangan Drone

Ilustrasi/ Indiatimes

JENEWA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengimbau Israel dan Lebanon menahan diri setelah pesawat nirawak atau drone dilaporkan menyerang markas Hizbullah di Beirut selatan, dan Hizbullah menuding Israel melakukan serangan itu.

Juru bicara Stephane Dujarric mengatakan PBB tidak bisa mengukuhkan laporan tentang insiden hari Minggu, yang terbaru dari rangkaian serangan yang dilaporkan di wilayah itu dalam beberapa hari terakhir.

“PBB mengimbau kedua pihak agar secara maksimum menahan diri, baik dalam aksi maupun retorika,” katanya. “Sangat penting bagi semua pihak menghindari eskalasi dan mematuhi resolusi Dewan Keamanan yang relevan.”

Ia mengatakan PBB “mencatat” pernyataan Presiden Lebanon Michel Aoun, yang mengecam serangan drone yang dilaporkan itu sebagai “deklarasi perang.”

Pada Minggu (25/8/2019) dini hari,  drone pengintai jatuh di kubu Hizbullah di Beirut selatan dan drone kedua meledak di udara, kata tentara Lebanon.

Hizbullah dan tentara menuding Israel melakukan serangan itu namun hingga kini Israel belum berkomentar.

Advertisement