PBB Minta Penjelasan India Pulangkan Paksa Tujuh Rohingya

ilustrasi/IST

JENEWA – Badan pengungsi Perserikatan Bangsa Bangsa (UNHCR) mengatakan, pihaknya sangat prihatin atas deportasi paksa tujuh pengungsi Rohingya oleh pemerintah India.

Dalam konferensi pers pada Jumat (5/10/2018),  Andrej Mahecic, juru bicara UNHCR, mengatakan organisasi itu mengharapkan penjelasan dari pihak berwenang India mengenai deportasi tujuh pengungsi ke Myanmar.

Mahecic mengatakan sekitar 18.000 Muslim Rohingya – yang terdaftar di UNHCR – hidup sebagai pengungsi di beberapa daerah di India. Badan tersebut telah mengeluarkan ID untuk para pengungsi untuk mencegah deportasi atau penangkapan mereka.

“Konteksnya, seperti yang saya katakan, tentang kepulangan ini mengkhawatirkan mengingat apa yang telah terjadi dan cakupan krisis pengungsi yang kita lihat berlangsung di Myanmar, terutama dengan lebih dari 720.000 orang yang melarikan diri ke Bangladesh dan negara-negara lain di daerah itu,” ujarnya, dikutip Anadolu.

Pada hari Kamis, India mendeportasi tujuh Muslim Rohingya ke Myanmar, beberapa jam setelah pengadilan tinggi negara itu menolak untuk menghentikan pemerintah mendeportasi mereka.

Para imigran ditahan pada 2012 dan sejak itu mereka ditahan di penjara pusat Silchar di distrik Cachar, Assam, negara bagian timur laut India.

Advertisement