spot_img

PBB Serukan Jangan Diskriminasi Penderita Albinisme

JENEWA –  Badan PBB menetapkan Sabtu (13/6/2015), sebagai Hari Kesadaran Internasional Albinisme untuk pertama kalinya. Badan ini menyerukan untuk menghilangkan prasangka dan diskriminasi terhadap orang dengan gangguan albinisme.

Albinisme adalah situasi langka, non-menular, diturunkan secara genetik yang terlihat berbeda sejak lahir. Albinisme merupakan salah satu bentuk kelainan bawaan hipopigmentasi yang dikarakterisasikan oleh kurangnya ataupun tidak adanya pigmen melanin pada mata, kulit, dan rambut. Orang dengan Albinisme sangat rentan terhadap matahari dan cahaya terang.

“Orang dengan albinisme, layak martabat sebagai setiap manusia lainnya,” kata Zeid Raad Al Hussein, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia. “Mereka memiliki hak untuk hidup bebas dari diskriminasi, kekurangan dan ketakutan.”

Menurut statistik PBB, diperkirakan bahwa di Amerika Utara dan Eropa, satu dari 17.000 s.d  20.000 orang mengalami Albinisme. Di Afrika, satu dari 1.400 orang mengalami hal yang sama.

“Saya menyerukan kepada publik Amerika untuk meningkatkan pendidikan untuk melawan ketidaktahuan tentang albinisme, dan untuk memberikan perawatan yang tepat,” kata komisaris tinggi tersebut. “Kesadaran adalah dasar bagi tindakan, dan Hari Kesadaran Internasional Albinisme pertama ini adalah sebuah mercusuar harapan bagi orang-orang dengan albinisme di mana-mana.”

Pada 18 Desember 2014, Majelis Umum PBB mengadopsi resolusi yang menyatakan 13 Juni sebagai Hari Kesadaran Internasional Albinisme.

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles