
GAZA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan tidak dapat mengirimkan bantuan ke Gaza karena terlalu sedikitnya pembukaan perbatasan.
Selain itu, lambatnya proses pemeriksaan terhadap truk dan barang yang masuk ke Gaza juga membuat warga sangat membutuhkan lebih banyak bantuan atau akan putus asa karena menderita kelaparan dan penyakit yang meluas.
Dalam pernyataannya, yang dikuti AP pada Selasa (16/1), PBB juga mengatakan berlanjutnya pertempuran di seluruh wilayah yang dikuasai Israel berperan sebagai faktor penentu bisa atau tidaknya bantuan masuk ke Gaza.
Perang Israel melawan Hamas di Gaza, yang dipicu oleh serangan kelompok militan tersebut pada 7 Oktober di Israel selatan, telah menyebabkan kehancuran yang belum pernah terjadi sebelumnya di daerah kantong kecil di pesisir tersebut dan memicu bencana kemanusiaan yang telah menyebabkan sebagian besar dari 2,3 juta penduduk Gaza mengungsi dan memaksa lebih dari seperempat penduduk Gaza mengungsi dan kelaparan.
Hal ini juga memicu ketegangan regional, dengan kelompok-kelompok yang didukung Iran di Lebanon, Suriah, Irak dan Yaman melakukan serangan untuk mendukung Palestina.
Sebuah rudal yang ditembakkan oleh pemberontak Houthi di Yaman menghantam sebuah kapal kargo milik Amerika pada hari Senin, beberapa hari setelah serangan yang dipimpin AS terhadap kelompok tersebut atas serangannya terhadap pelayaran internasional.




